Minggu, 23 April 2017

Warga Sulteng Tolak GMT 2016

1 tahun yang lalu | 12:56 pm
Warga Sulteng Tolak GMT 2016

Baca Juga

PALU, WARTATIMUR.COM (6/3/2016) – Melalui media sosial beramai-ramai warga sulawesi tengah menganti profil mereka dengan tulisan #bebaskan sulawesi tengah dari ‘Gelap, Mati, Total’ (GMT).

‘Plesetan ini sengaja kami buat, karena provinsi sulawesi tengah memang dilewati oleh GMT(Gerhana Matahari Total) yang akan terjadi pada 9 maret nanti, namun soalnya GMT yang kami maksud adalah Gelap, Mati, Total, yang berhubungan dengan krisis listrik berkepanjangan di sulawesi tengah selama ini tak kunjung selesai’, ujar Rahmad M Arsyad direktur riset IDEC.

Sebagai kritik sosial, gerakan bebaskan sulteng dari GMT2016, sebenarnya bermuara pada tekanan sosial kepada PLN cabang SULUTENGGO sulawesi utara, tengah, gorontalo agar segera bergerak menyelesaikan persoalan listrik daerah di sulawesi tengah.

Padahal dari penelusuran IDEC, kebutuhan listrik sulawesi tengah sebenarnya sudah tercukupi dengan kekuatan PLTA Sulewana Poso, yang sampai kini baru terpakai 40 %, namun hal itu tidak bisa terealisasi karena lambatnya pembangunan jaringan transmisi oleh PLN yang menghubungkan PLTA Sulewana Poso dengan beberapa kabupaten dan kota di Sulteng.

“Warga sulawesi tengah, sudah bosan dijanji oleh PLN yang sejak 2014 yang lalu dan tidak pernah terealisasi yang berakibat sangat mengangu aktivitas warga”, PLN selama ini berdalih terkendala persoalan pembebasan lahan yang dilalui jaringan transmisi?

Kalau itu soalnya, dan PLN tidak punya uang? Kami akan mengajak warga sulteng, berdonasi membantu PLN, agar sulteng 2016 bebas GMT, tutup direktur riset IDEC ini. (NM)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com