Selasa, 17 Oktober 2017

Wali Kota Makassar Komitmen Dukung Program Pasikola

1 minggu yang lalu | 2:09 pm
Wali Kota Makassar Komitmen Dukung Program Pasikola

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (22/9/2017) – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menghadiri dan membuka acara yang digagas oleh United Nations Development Programme (UNDP), BaKTI, Impact Hub Jakarta, dan UnLtd Indonesia dalam sebuah program di bidang transportasi dan pendidikan yang menyasar pelajar di Makassar.

Kolaborasi lintas sektoral ini juga melibatkan Dinas Perhubungan Makassar, Dinas Pendidikan Makassar, dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Makassar.

Hasilnya, lahir sebuah program rintisan yang dikenal dengan nama Pasikola, Pete – Pete Anak Sekolah. Jumlahnya empat unit yang melayani anak – anak sekolah di SMPN 3 Makassar, dan SDN IKIP.

Keunikan dari Pasikola dibandingkan dengan layanan antar jemput mobil sekolah lainnya, terletak pada SOP (Standar Operasional).

Sopir dibekali dengan kartu dan rompi sebagai tanda pengenal. Mereka juga diharuskan menjemput dan mengantar anak sekolah tepat di depan gerbang rumah dan sekolah.

Selain itu, Pasikola dioperasikan dengan memanfaatkan pete – pete yang telah ada setelah melewati serangkaian tahap modifikasi sebelum dioperasionalkan. Sementara pengemudinya berasal dari sopir pete – pete itu sendiri.

Kekhasan lain yang dimiliki Pasikola ada pada pemanfaatan teknologi informasi yang menggandeng aplikasi E – Nassami dalam pengelolaannya.

Perwakilan UNDP Bangkok, Paavani Reddy menyebut pilot project Pasikola dan E – Nassami diarahkan untuk mengatasi persoalan kemacetan di perkotaan khususnya Makassar.

Berjalannya program ini, diharapkan dapat mengurangi angka penggunaan kendaraan pribadi yang jumlahnya semakin besar setiap tahunnya.

“Program ini, pertama di Indonesia. Hal terpenting dari Pasikola dan E – Nassami adalah menjamin keberlangsungan dari program ini. Tidak terhenti pada saat ini saja,” harap Paavani saat berdiskusi di BaKTI, (22/09/2017).

Tim yang terlibat dalam program rintisan ini memiliki pemikiran untuk melanjutkannya dengan model independen atau semi independen yang akan didiskusikan selama dua hari (22 – 23 September 2017).

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengakui, Pasikola adalah inovasi yang luar biasa dan selaras dengan inovasi Pemerintah kota Makassar yang ingin mereduksi jumlah kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan – jalan sehingga berdampak pada terurainya kemacetan di jalan.

Diakuinya, hasil survei keluhan masyarakat yang terjaring oleh Pemerintah kota Makassar, menempatkan persoalan kemacetan di urutan pertama.

“Kami tentunya berkomitmen mendukung keberlangsungan program ini. Sebagaian besar pete – pete yang beroperasi bisa diremajakan dan dimanfaatkan untuk Pasikola,” kata Wali Kota Danny.

Sementara itu, Siprianus, Assistant Country Director UNDP Indonesia mengatakan tantangan bagi program rintisan UNDP secara keselurahan terletak pada bagaimana melembagakan program itu dan bentuk pengelolaan keuangan.


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com