Jum'at, 24 November 2017

Underpass Bakal Jadi Aset Pemkot

2 minggu yang lalu | 6:25 am
Underpass Bakal Jadi Aset Pemkot

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (16/10/2017) – Underpass simpang lima Bandara, mulai dari jalan, lampu jalan, hingga air mancur, bakal menjadi aset dan dikelola oleh Pemerintah Kota Makassar. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tidak memiliki anggaran untuk mengelolanya.

“Kita memang tidak memiliki anggaran untuk itu. Jadi, rencananya diserahkan ke Pemkot. Mereka kan ada retribusi pajak dari jalanan,” kata Kepala Dinas Bina Marga, Amin Yakob, kemarin.

Koordinator pengawas lapangan proyek Underpass, Djarisman yang dikonfirmasi, juga membenarkan hal tersebut. Bahkan, kata dia, pihaknya telah melakukan beberapa kali rapat dengan Pemkot Makassar. “Air mancur, lampu jalan, dan taman, nantinya akan menjadi aset dan dipelihara oleh Pemkot Makassar. Jadwal serah terimanya juga belum ditentukan,” terang Djarisman.

Secara umum, lanjut Djarisman, pekerjaan pembangunan underpass sudah selesai. Hanya saja, masih ada bewberapa hal yang perlu dipenuhi. Seperti ornamen dinding bermotif batik masih yang masih harus dilengkapi, pemasangan empat televisi sirkuit tertutup (CCTV) sebanyak 2 unit di masing-masing terowongan.

“Selain itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) juga bakal membahas soal penerangan di bagian jalan yang masih gelap. Khususnya, akses masuk ke jalan tol. BPJT memang minta tambahan lampu. Kita bilang siap saja, yang penting ada suratnya. Sepertinya ada standar minimal yang mesti dipenuhi, tidak boleh gelap,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala UPTD Lampu Jalan Dinas PU Kota Makassar, Ahmad Jusri juga mengakui jika pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Pemprov Sulsel terkait pengelolaan untuk penyerahan pengelolaan lampu PJU, lampu taman, dan lampu air mancur undepass simpang lima. “Kita siap. Hanya saja kita minta semua ada meterannya masing-masing karena disana masih satu meteran,” ujar Jusri.

Jusri menjelaskan, di simpang lima bandara terdapat satu meteran dengan kapasitas 105 kilopascal (kPa), yang menyuplai tiga item. Yakni lampu jalan utama, air mancur bundaran dan lampu terowongan.
“Tapi kalau bisa, dipisah dulu untuk tiga item tersebut. Jika tidak, kalau meteran mati, mati semua (ketiga item). Setelah itu diserahkan dan menjadi aset milik Pemkot Makassar. Untuk Watt (W) yang digunakan di ketiga item itu, kita juga belum tahu pasti. Nanti kalau sudah dibagi menjadi tiga, baru bisa diperiksa. Pasalnya di ruas jalan terebut juga terdapat lampu jalan sollarcell yang juga bisa menggunakan dua sumber daya dari PLN,” jelasnya.

Selain di simpang lima bandara, lanjut Jufri, lampu jalan di Center Poin of Indonesia (CPI) dan penghubung Perintis-Sutami juga akan diserahkan pada Pemkot Makassar untuk pengelolaannya.

“Nanti bisa penyerahan langsung. Tinggal kita tinjau seperti apa penyerahan karena harus ada berita acara. Jika nanti sudah diserahkan, tagihan rekening listriknya akan masuk ke golongan tarif Penerangan Jalan Umum (PJU), P3. Intinya, kapan pun diserahkan kita siap. Namun untuk lebih mematangkan, sebaiknya ada pertemuan lanjutan agar pembahasan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Sekadar diketahui, proyek Underpass ini rencananya akan diresmikan pada 12 Oktober 2017. Namun, peresmiannya ditunda akibat Menteri PUPR berhalangan hadir. Rencananya, persemiannya akan dilakukan bertepatan dengan HUT Sulsel 19 Oktober mendatang.


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com