Senin, 22 Oktober 2018

Tuntut Kasus Tanah, Mahasiswa Aksi di DPRD

4 tahun yang lalu | 7:22 am
Tuntut Kasus Tanah, Mahasiswa Aksi di DPRD

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (AMPERA) melakukan aksi di Gedung DPRD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (3/11), untuk menuntut kasus tanah adat Bulukumba yang dirampas oleh PT Lonsum Indonesia.

PT Lonsum yang dinilai melakukan perampasan tanah telah melakukan pelanggaran menurut Sakri, koordinator lapangan aksi. “PT Lonsum yang telah merampas tanah adat, tanah milik leluhur kami,” ungkapnya.

Berikut beberapa pelanggaran yang terjadi di Tanah Adat Toa, Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumba, Kabupaten Bulukumba, yaitu:

1. Melanggar keputusan presiden No. 32 tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung Bab IV Pasal 16.

2. Melanggar Peraturan Menteri Pertanian No.26/Permemtaan/OT.140/2/2007 Bab I Pasal I Ayat 16.

3. Melanggar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan pada Pasal 17.

Selain itu, PT Lomsum juga dianggap melawan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Perintah Provinsi Sulawesi Selatan karena tidak menindak lanjuti surat yang dikeluarkan oleh Bupati Bulukumba, yakni surat dengan nomor 593.7/2599 tentang perhentian sementara aktifitas PT Lonsum Indonesia Tbk Resort Mallombassi.(NF)


Penulis : Nurul Fajri
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com