Sabtu, 19 Oktober 2019

TLKM Mediasi Konflik Warga dengan Taman Nasional Bantimurung

6 tahun yang lalu | 6:26 am
TLKM Mediasi Konflik Warga dengan Taman Nasional Bantimurung

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Proses mediasi konflik masyarakat Desa Samangki dengan pihak Taman Nasional Bantimurung Bulusarung belangsung cukup lama dan menyita banyak tenaga berbagai pihak. salah satunya adalah Lembaga Mediasi Konflik, Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM)

Direktur TLKM, Naufal Achmad, mengatakan, mediasi telah dilakukan sejak lama dan dilakukan oleh berbagai pihak. Diantaranya Unhas (2006-sekarang), Recoft (2009-2010), dan TLKM (2010-sekarang).

“Tahun 2012 kami (TLKM) bersama dengan Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) mendorong Desa Samangki dan Desa Labuaja untuk menjadi salah satu site dari 10 daerah percontohan penyelesaian konflik yang dilakukan oleh tim tenurial Kementerian Kehutanan,” katanya.

Naufal mengungkapkan, setelah melewati beberapa proses, kedua desa di kabupaten Maros ini masuk ke dalam 10 site percontohan. Selain itu, menempati prioritas ke 3 dalam upaya percepatan mediasi dan penyelesaian konflik tenurial yang disepakati dari pertemuan di Bogor tahun 2012 lalu.

Capaian ini lanjut Naufal, berbagai upaya telah dilakukan untuk mempercepat proses mediasi dan penyelesaian konflik. “6 bulan terkhir, TLKM bersama FKKM melakukan pertemuan-pertemuan setengah kamar dengan beberapa stakeholder. Targetnya untuk menggali dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam upaya mediasi dan penyelesaian konflik

Setelah melalui proses mediasi yang panjang, penyelesaian konflik ini mulai memperlihatkan titik terang. Di mulai dengan pertemuan dan diskusi dengan masyarakat, Dinas Kehutanan Maros, Bappeda Provinsi, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Dihshut Provinsi, Unhas, BKPRD, serta Dinas Tata ruang Kabupaten Maros dan Provinsi.

Pertemuan ini menghasilkan Pelatihan Tim Negosiasi Masyarakat. Pada awal November 2013, TLKM juga telah mengagendakan Workshop sebagai katalisator percepatan penyelesaikan konflik. “Yang jelas, kalau kita semua masih bisa berkomunikasi, maka kita semua masih bisa berdamai,” ucap Naufal, yang saat ini melanjutkan studinya di Pascasarjana Unhas. (AR)


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com