Minggu, 25 Agustus 2019

Terdakwa Korupsi Proyek PLN Anggap Pernyataan Saksi Tidak Sesuai Fakta

5 tahun yang lalu | 12:05 pm
Terdakwa Korupsi Proyek PLN Anggap Pernyataan Saksi Tidak Sesuai Fakta

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Sidang kasus korupsi proyek pemasangan Under Ground Cable atau kabel bawah tanah 150 Kilo Volt Tanjung Bunga-Bontoala di Makassar oleh PLN Sulmapa kembali digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (18/12).

Sidang kasus proyek yang menghabiskan dana Rp 18 miliar termasuk dana pemeliharaan Rp 1 miliar kali ini menghadirkan empat orang saksi untuk memberikan keterangan terhadap tiga terdakwa, yakni Abdul Rahman Tinri (Manager Proyek, Pembangkit, dan Jaringan), Dani Zaidan (Konsorsium PT Dwipa Konektra), dan Jos Intan (PT. Bina Energi Selaras).

Salah seorang saksi, Mulyadi, yang merupakan jasa sertifikasi (jaser) PLN Sulmapa mengungkapkan dirinya sebagai jaser hanya melakukan pengujian serta pemberian sertifikasi terhadap pemasangan kabel tersebut. Dia juga mengaku dirinya tidak pernah menyaksikan maupun memberikan sertifikasi untuk kabel 150 KV tersebut. “Saya tidak pernah menyaksikan dan mengeluarkan sertifikat pada kabel 150 KV,” ucapnya.

Pemberian tegangan pada saat pengujian untuk diberikan sertifikat menurut Mulyadi sudah sesuai dengan standar yang ada. Hal tersebut juga menuai tanggapan dari hakim ketua, Pudjo Hunggul, yang menganggap terlalu beresiko tinggi jika diberikan tegangan sebelum dinilai layak (punya sertifikat).

Saat ditanya mengenai penyebab kebocoran serta korosi pada beberapa elemen pada proyek ini oleh majelis hakim, Mulyadi tidak bisa memastikan penyebabnya. “Saya bertanya kepada saudara saksi, apakah ini karena pemasangan ataukah bahan materialnya?,” tanya hakim Pudjo. “Saya tidak tahu persis. Mungkin saja itu karena pemasangan dan bahan materialnya,” jawab Mulyadi.

Penasehat hukum terdakwa pun menyoroti pernyataan saksi yang dianggapnya keliru. Penasehat hukum terdakwa menyatakan jaser ini tidak tahu tentang pemasangan yang jelas namun telah menetapkan ini salah atau tidak.

Sementara itu, satu saksi lainnya, yakni Bambang (jaser PLN Sulmapa), mengaku bertanda tangan terhadap persetujuan pemasangan kabel 150 KV pada saat rapat dengan litbang pada 5 April 2011. “Saya bertanda tangan karena diinstruksikan bertanda tangan oleh institusi. Forum yang mengharuskan itu,” tegasnya.

Lain halnya dengan Dani Zaidan, salah seorang terdakwa yang meluapkan kekecewaannya terhadap pernyataan-pernyataan saksi. Tuturnya, banyak fakta-fakta yang tidak disebutkan oleh Mulyadi dan Bambang. “Saya merasa tidak puas dengan pernyataan saksi karena apa yang diungkapkannya tidak seperti yang terjadi,” ujarnya.

Sidang yang dipimpin oleh Pudjo Hunggu sebagai hakim ketua serta Isjuedi dan Abdur Razak sebagai hakim anggota ini dimulai pada pukul 11.00 Wita. (Ir)


Penulis : Irlan
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com