Jum'at, 24 November 2017

Tanpa Pengawasan, Kuota BBM Jebol

3 tahun yang lalu | 2:32 pm

Baca Juga

JAKARTA, WARTATIMUR.COM – Anggota Komisi VII DPR RI Satya Wira Yudha mengatakan, fungsi pengawasn yang lemah menyebabkan jebolnya kuota BBM bersubsidi tahun ini.

Fungsi pengawasan seharusnya bisa dilakukan oleh BPH Migas, Pertamina, aparat setempat, termasuk komandan polisi sehingga Pertamina tidak perlu mengalami over kuota sampai 1,62 juta kiloliter.

Satya menuturkan, penggunaan teknologi yang canggih dapat menekan tindakan illegal trading.

Di kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) Erwin Usman mengatakan, Pertamina sebenarnya tidak perlu memberikan teror dengan pernyataan BBM akan habis sebelum Desember berakhir.

Pertamina juga sebaiknya tidak bergantung pada pemerintah, karena hal itu seharusnya merupakan tanggung jawab Pertamina sendiri. (NM)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com