Minggu, 15 Desember 2019

Tak Ada Kontribusi ke Pemkot, PD Rumah Pemotongan Hewan Dibubarkan

2 bulan yang lalu | 11:02 am
Tak Ada Kontribusi ke Pemkot, PD Rumah Pemotongan Hewan Dibubarkan

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (11/9/2019) – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menyepakati pembubaran Perusahaan Daerah (PD) Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Saat ini, dokumen kajiannya tengah berproses di bagian hukum sekretariat Kota Makassar.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan, pihaknya bersama stakeholder terkait , telah menghadap ke Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb membahas pembubaran PD RPH.

Menurut dia, pembubaran PD RPH hanya tinggal menunggu waktu pelaksanaan. Sebab, kajian pembubarannya masih berproses di bagian hukum. Setelah itu, baru dilaporkan ke Pj wali kota.

“Pak Wali (Iqbal Suhaeb) sudah perintahkan (pembubaran PD RPH). Saya bersama PDHI, MUI dan Dinas Peternakan Provinsi ketemu pak Wali, pak Wali berharap September ini bisa terealisasi,” kata Abd Rahman Bando.

Dia mengatakan belum mengetahui status RPH pascadibubarkan sebagai perusahaan daerah. Sebab, hal itu menjadi kewenangan Wali Kota Makassar sebagai pemilik.

“PD itu owner-nya Wali Kota. Bagi kami (DP2) hanya menyampaikan kajian terkait situasi dan kondisi di RPH tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, selama ini PD RPH tidak mengalami perubahan berarti, bahkan kontribusi dalam menyetorkan dividen ke Pemkot nihil sejak beberapa tahun terakhir. Padahal, Pemkot telah melakukan pembinaan dan suntikan dana kepada perusahaan tersebut.

“Ini sudah berpuluh-puluh tahun berdiri tidak ada perubahan dan kita sudah cukup berupaya memberikan pembinaan. Direksi juga silih berganti tetap tidak ada perubahan,” ujarnya.

Belum lagi, standar RPH tidak pernah berhasil dipenuhi oleh direksi, misalnya sertifkat halal dan dokter hewan tetap untuk memeriksa hewan yang masuk untuk disambelih dan setelah disambelih.

“Dari dulu tidak pernah dipenuhi. Kalau tidak ada dari dinas (DP2) yang bantu untuk periksa, itu tidak ada seperti itu,” keluhnya.

Dia menambahkan kondisi RPH saat ini semakin kritis. Pasalnya, sejumlah pedagang yang kerap menyembelih dan menjual daging kini pergi meninggalkan RPH dengan alasan lokasi yang tidak layak.

“Bahkan, diantara pedagang besar kita malah sudah bikin TPH (Tempat Pemotongan Hewan) secara mandiri. Ini sama dengan mati perlahan-lahan, yang malu itu Pemkot Makassar,” sebut dia.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com