Minggu, 19 Agustus 2018

Tahun 2014, Tahun “Sial” Bagi Industri Rokok

4 tahun yang lalu | 5:29 am
Tahun 2014, Tahun “Sial” Bagi Industri Rokok

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Tahun 2014 tidak menjadi tahun yang menarik bagi industri rokok dalam negeri. Beberapa kebijakan yang datang dari dalam dan luar negeri dianggap merugikan dan mematikan industri rokok.

Salah satunya kebijakan plain packaging (wajib kemasan rokok polos) di Australia pertengahan tahun ini akan berpengaruh terhadap kinerja ekspor tembakau dan rokok Indonesia. Selain itu, ada kekhawatiran negara-negara lain juga menerapkan kebijakan yang sama.

Hal tersebut dinilai sebagai ancaman nyata bagi produk tembakau dari Indonesia, karena dengan penerapan peraturan terkait kemasan polos tersebut, daya saing produk diyakini akan menurun.

Selain itu, dalam 5 tahun terakhir, banyak pabrik rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang tutup, termasuk penutupan dua dari tujuh pabrik rokok jenis SKT milik PT HM Sampoerna Tbk

Menurut Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (Formasi), tutupnya pabrik rokok jenis SKT milik HM Sampoerna di Jember dan Lumajang, dan pabrik SKT lainnya diduga kuat karena kebijakan pemerintah yang sengaja membunuh industri rokok.

Padahal SKT berperan pada hidupnya industri rokok yang menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui cukai rokok.

Cukai rokok masih menjadi andalan pendapatan negara. Dari data Formasi, sumbangan cukai rokok tahun 2011 lalu mencapai Rp 75 triliun, jauh melebihi sumbangsih dari sektor tambang yang dianggap sebagai primadona.

Realisasi cukai 2013 tercatat Rp 108,45 triliun dari target Rp 104,7 triliun, disusul bea masuk Rp 31,6 triliun dari target Rp 30,8 triliun, serta bea keluar Rp 15,81 triliun dari target Rp 17,6 triliun. Dalam APBN 2014, penerimaan cukai ditargetkan Rp 116,3 triliun, bea masuk Rp 33,9 triliun, dan bea keluar Rp 20,0 triliun.

Kebijakan lain seperti cukai rokok tinggi, rencana penerapan harga cukai rokok per batang, kampanye larangan merokok, larangan iklan rokok, dan kebijakan-kebijakan lainnya menjadi suatu kesatuan perangkat negara yang dengan sengaja berniat menghilangkan industri rokok. (rmol)


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com