Kamis, 21 September 2017

Survei IDEC; Pilgub Sulbar Pemilih terbelah

1 tahun yang lalu | 1:59 pm
Survei IDEC; Pilgub Sulbar Pemilih terbelah

Baca Juga

 

Wartatimur.com- Dari hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Development Engineering Consultant (IDEC) pada 30 mei- 10 juni 2016, menunjukan pemilihan gubernur sulawesi barat akan berlangsung seru. “Dari 6 kabupaten disulawesi barat, hampir kami pastikan tidak ada calon yang mayoritas menguasai suara pemilih di seluruh kabupaten”, ungkap direktur riset IDEC, Rahmad M. Arsyad.

“Karena disetiap kabupaten seolah memiliki jagoanya sendiri, demikian pula dari sisi klaster profil pemilih, masing-masing kelompok baik yang berlatar belakang birokrasi, keluarga petani, kelompok pekerja swasta, maupun segmen pemilih pemula dan kelompok mahasiswa, juga punya pendapat yang berbeda tentang siapa yang akan dipilih”, lanjut Rahmad.

Dari survei yang dilakukan oleh IDEC, juga terungkap pula fakta bahwa hampir semua kandidat calon maupun mereka yang telah menyatakan diri sebagai pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur sulbar, jarang melakukan sosialisai dan pertemuan langsung kepada pemilih.

Hal ini bisa terbaca dari sumber informasi pemilih atas calon maupun pasangan calon, sebesar 50,2 %, baru berasal dari baligho, bukan dari pertemuan langsung, atau sosialisasi yang dilakukan oleh tim sukses maupun oleh kandidat langsung.

“Efeknya jelas, personal trusting pemilih akan ketetapan pilihan menjadi lebih cair dan cenderung bisa terus berubah, dan pemilih lebih memilih mereka yang dipandang memiliki proximity berdasarkan repersentasi identitas wilayah, maupun identitas etnik”.

Lebih lanjut Rahmad menjelaskan, ke-engganan dari setiap calon untuk keluar dari basis pemilih mereka ini, akan melahirkan polarisasi suara berbasis geografis maupun etnis, “hitung-hitungannya pada siapa yang menguasai wilayah pemilih besar dan representasi etnis besar akan memiliki elektabilitas tinggi”.

Namun, bagi Rahmad kondisi ini akan berubah pasca tahapan pendaftaran resmi pasangan calon yang sesuai jadwal akan berlangsung di bulan agustus-september. “Nanti kita lihat, pasca penetapan pasangan calon apakah kondisi akan berubah atau tidak, karena paket pasangan calon gubernur dan wakilnya akan sangat menentukan polarisasi akhir sikap pemilih karena berhubungan dengan basis geografis maupun keterwakilan etnik, serta tentu saja daya penetrasi masing-masing calon gubernur”, tutup Rahmad.

 


Penulis : ABR
Editor : ABR
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com