Kamis, 5 Desember 2019

Sirup DHT, Si Merah dari Tanah Daeng

4 tahun yang lalu | 6:35 pm
Sirup DHT, Si Merah dari Tanah Daeng

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (30/5/2015) – Memasuki bulan Ramadhan, konsumsi aneka makanan dan minuman yang bercita rasa manis biasanya meningkat. Karenanya produsen sirup berlomba-lomba mempromosikan aneka macam rasa sirup produksi mereka. Namun di Makassar, tanpa perlu banyak promosi, ada satu merek sirup lokal yang selalu menjadi incaran warga. Sirup ini seakan jadi menu wajib di bulan suci ini.

Namanya “syroop sari buah DHT” atau lebih dikenal dengan nama sirup DHT. Mungkin karena lebih mudah disebut karena lebih singkat. Ada juga yang menyebutnya sirup pisang ambon, seperti yang tertera di labelnya. DHT sendiri merupakan nama produsen sirup ini, yaitu CV. DHT.

Dulunya pabrik sirup ini berada di sekitar Jl. Syech Yusuf. Saat ini, di jalan inilah banyak toko yang menjual sirup DHT dengan harga pabrik. Konon nama D.H.T. merupakan singkatan Dari Hasil Tangan. Mungkin maksudnya bahwa sirup ini merupakan hasil olahan rumah tangga atau handmade.

Sirup DHT memang sudah melegenda. Banyak kuliner khas kota ini yang menjadikan sirup DHT sebagai pasangan yang pas dalam penyajiannya. Sebut saja pisang ijo, es pallu butung, es poteng, maupun es buah. Sirup DHT seakan menjadi pembeda. Tak lengkap rasanya menikmati kuliner tersebut tanpa ada tambahan sirup berwarna merah ini.

Makanya banyak yang mengatakan pisang ijo ataupun pallubutung yang enak itu yang ada campuran sirup merahnya. Tentunya sirup yang dimaksud adalah sirup DHT, karena ada juga sirup lokal warna merah seperti DHT namun rasanya jauh berbeda dengan DHT. Orang menyebutnya DHT palsu. Untuk itu, penjual pisang ijo yang ada di luar Sulawesi sengaja mendatangkan sirup DHT langsung dari Makassar untuk menjaga kenikmatan pisang ijo mereka.

Rasa sirup DHT yang manis juga bisa digunakan untuk menggantikan gula. Selain itu bisa juga dinikmati langsung dengan mencampurnya dengan air dan es. Ditambah dengan susu juga tidak kalah nikmatnya, apalagi dinikmati ketika berbuka puasa.

Walaupun sudah diproduksi puluhan tahun dan memiliki penggemar yang banyak, sayangnya pemasaran sirup DHT ini masih terbatas hanya di daerah Makassar dan sekitarnya. Peminat yang berada dari luar Sulawesi masih kesulitan mendapatkannya secara bebas karena harus memesan dari Makassar jika ingin menikmatinya.

Hal ini menjadikan sirup DHT menjadi salah satu ole-ole wajib bagi perantau yang pernah menikmati kenikmatan sirup beraroma pisang ambon tersebut jika pulang kampung ke Makassar. Sebagai ole-ole, sayangnya kemasannya kurang mendukung untuk dibawa jauh karena masih menggunakan kemasan botol kaca dengan ukuran 620 ml.

Untungnya ada beberapa penjual ole-ole yang memiliki inisiatif mengemas ulang sirup DHT ini dengan kemasan jerigen ukuran 2 liter dan 5 liter. Walaupun konon penggunaan botol kaca memang sengaja digunakan untuk mempertahankan aroma dan rasa sirup agar tidak berubah. (*)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com