Sabtu, 17 Februari 2018

Puisi: “Surat untuk Kata”

3 tahun yang lalu | 7:56 am
Puisi: “Surat untuk Kata”

Baca Juga

Oleh: Sri Arjuna Razak (Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar)

Hari ini hujanku tak lagi sederas kemarin
Wajah itu mulai tertutupi embun simpulku
Dalam sesal yang ada, aku pulang untuk mimpi yang telah Ia tnggalkan
Aku tahu Ia tak seperti itu

Entah mungkin mimpinya tak sejauh mimpiku
kemarin aku datang mempertanyakan kembali cinta yang telah Ia cabut paksa dari jiwanya

Ia trsenyum
katanya jika ada masa kami dipertemukan kembali, Ia akan sangat bahagia
Ia memintaku mencari cinta lain, sebelum cinta kami benar-benar nyata, sekalipun itu di surga

Baginya, Ia bukan untukku
Ia berlalu meninggalkan duniaku, meninggalkan mimpi-mimpi yang telah kami bingkai sekian lama

Dan tak ada yang tersisa
Selain bangkai tubuhku yang basah diguyur jingga kehitaman
Tanpa rasa Ia tak menoreh
Tak ada sepatah kata dri bibirku yang kedinginan
Ku biarkan diriku tertekan udara agar cinta ini mati dan tak tumbuh kembali
Sebab kata telah meracuniku dengan segala yang Ia punya

Pergilah burung malam pembawa pesan!
Sampaikan salamku pada kata dan kecupan tulus
Kelakpun jika Tuhan benar mempertemukan kami kembali, aku hanya berharap embun tak menghapus bekas bibirku di wajahnya
Itu saja !!


Penulis : nafli mu
Editor : nafli mu
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com