Minggu, 25 Agustus 2019

Poltekpar Makassar Gelar FGD Pengembangan SDM Pariwisata di Era Revolusi 4.0

3 minggu yang lalu | 5:17 am
Poltekpar Makassar Gelar FGD Pengembangan SDM Pariwisata di Era Revolusi 4.0

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (9/7/2019) – Tim Peneliti Politeknik Pariwisata Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait riset model pengembangan Sumber Daya Manusia di era revolusi 4.0, Selasa 9 Juli 2019 di Hotel Aston Makassar.

FGD tersebut dibuka langsung oleh Pembantu Diretur III Bidang Kemahasiswaan Poltekpar Makassar, Dr. Hj. Ratna, M.Pd.

Dalam sambutanya Dr. Hj. Ratna, M.Pd mengatakan untuk memenuhi kebutuhan jumlah tenaga kerja terampil di bidang pariwisata bukanlah hal yang mudah apalagi di era revolusi industri 4.0, dimana SDM pariwisata yang dibutuhkan tidak hanya memiliki kompotensi atau skils dalam bidangnya saja, tetapi juga kemampuan literasi baru yang meliputi literasi data, literasi manusia dan literasi teknologi.

“Ini semua merupakan tanggung jawab kita bersama dalam hal ini pemerintah, perguruan tinggi dan stakeholders bersinergi untuk menyiapkan SDM yang dibutuhkan tersebut. Oleh karena itu sudah tepat Poltekpar Makassar melakukan riset terkait Model Pengembangan SDM Pariwisata dalam era revolusi industri 4.0,” ujar Ratna.

Diketahui FGD ini diikuti 40 orang peserta yang merupakan perwakilan stakeholders pariwisata, akademisi dan mahasiswa.

Selain itu, penyelenggara FGD menghadirkan Dr. Muhammad Rakib, S.Pd., M.Si (Dosen Universitas Negeri Makassar) memberikan materi Penyusunan Panduan Praktek Kerja Nyata (PKN) berbasis 4.0 dan I Gede Arya Pering Arimbawa S.E.M.S.i,CHA (Wakil Ketua DPP IHGMA) dengan materi Peranan Internship Program dalam Peningkatan SDM Pariwisata.

Sementara itu, salah seorang peneliti dalam riset tersebut. Dr Windra Aini mengatakan bahwa judul dari penelitian institusi yang mereka lakukan adalah Model Pengembangan SDM Pariwisata dalam era revolusi industri 4.0 melalui work Based Learning Barbasis Life Skills 4 H.

Praktek Kerja Nyata adalah salah satu model pembelajaran work based learning (pendekatan pembelajaran berbasis tempat kerja).

“Salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan mahasiswa sebelum menyelesaikan studi adalah internship program atau Praktek Kerja Nyata (PKN),” terangnya.

Windra mengatakan bahwa mahasiswa harus melakukan praktek lapangan di industri selama 6 bulan sebagai momen bagi mereka untuk mengenal dunia industri, dunia kerja nyata dan mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat di kampus.

“Kegiatan PKN inilah yang ingin kita buatkan model pengembangannya. Hasil penelitian ini adalah produk pedoman penyelenggaraan PKN yg mampu menjawab permasalahan PKN selama ini” jelas Windra. (*)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com