Rabu, 23 Agustus 2017

Pengusaha Pariwisata Makassar akan Diundang Belajar ke Australia

2 bulan yang lalu | 5:45 am
Pengusaha Pariwisata Makassar akan Diundang Belajar ke Australia

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (14/6/2017) – Membuat Bali Kedua di Indonesia tentu tidak mungkin. Karena Bali hanya ada satu-satunya di dunia. Begitulah, kata-kata yang meluncur dari mulut Konsul-Jenderal Australia di Makassar Richard Mathews saat memberi sambutan ketika menggelar buka puasa bersama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar.

Richard Mathews mengatakan, Indonesia tidak seharusnya menciptakan Bali Kedua. Tapi menciptakan destinasi lain yang bisa saja lebih baik dari Bali saat ini. Ia tidak meragukan keunggulan Indonesia Timur. Baik alam dan hasil buminya sangat melimpah.

Sayangnya kata Richard, semua itu belum terkelola dengan baik. Itulah mengapa, tahun ini mereka mulai melirik kerjasama dengan Indonesia Timur, utamanya Sulawesi Selatan dalam sektor pariwisata. Dalam waktu dekat Konjen Australia di Makassar akan mengundang 30 orang pelaku industri pariwisata di Makassar untuk belajar cara mengelola wisata dengan baik.

Kegiatan ini akan dipusatkan di Makassar tepatnya di Politeknik Pariwisata Makassar dan selama dua pekan di Australia. Pelaku industri pariwisata tersebut akan dibawa mengunjungi negara bagian Victoria, tepatnya di kota Melbourne.

Menurut Richard, Victoria meski jadi negara paling kecil wilayahnya di Australia namun telah mampu menjadi daerah paling maju. Kota Melbourne bahkan jadi kota paling nyaman dihuni di seluruh dunia. “Ada 7 alasan yang membuat Melbourne jadi kota yang nyaman dan maju,” kata Brett Stevens, Commisioner to South East Asia Government of Victoria yang juga menghadiri acara buka puasa tersebut.

Salah satunya, karena pendidikan di negara tersebut cukup maju, didukung pula pembiayaan dari negara yang baik ditambah sumber daya manusianya yang unggul. Melbourne telah membangun industri pariwisatanya sejak tahun 1990-an. Mereka membangun hotel dan mempersiapkan pelayanan yang baik.

Kata Brett, bahkan masyarakat di Victoria diedukasi agar tidak membuang sampah sembarangan. Pekerjaan ini menurutnya bukanlah perkara mudah, apalagi memaksakan kebiasaan masyarakat ke pengunjung. “Itulah sebabnya kami membangun ini sejak lama, didukung pula dengan regulasi yang baik,” kata Brett.

Menurut Brett, Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur juga bisa melakukan hal yang sama. “Kami bersedia berbagi pengalaman membangun Melbourne, itulah yang bisa Indonesia dan Australia kerjasamakan dalam sektor pariwisata. Apalagi potensi alam Indonesia sangat menakjubkan,” (*)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com