Sabtu, 20 Oktober 2018

Pemprov Yogyakarta Belajar Kamtibmas di Makassar

3 tahun yang lalu | 8:05 am
Pemprov Yogyakarta Belajar Kamtibmas di Makassar

Foto: Cpnstkd.blogspot.com

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (27/3/2015) – Pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadikan kota Makassar sebagai contoh dalam membina ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas).

Sejumlah jajaran Pejabat Provinsi DIY yang dipimpin wakil gubernur Sri Paduka Paku Alam IX pun melakukan kunjungan kerja untuk belajar tentang seluk beluk penanganan Kamtibmas di kota Makassar.

Rombongan diterima Asisten III Kota, Burhanuddin bersama sejumlah Pejabat Pemkot lain, Kamis (26/3) di Aula Ruang Pola Balaikota. Hadir pula perwakilan dari Polrestabes Makassar.

Menurut kaban Kesbangpol DI Jogyakarta, Agung Sudianto, dinamika sosial politik dan keamanan di Makassar yang sangat fluktuatif bisa menjadi patron bagi daerahnya dalam meramu formula gejolak-gejolak sosial dan keamanan. Upaya Pemkot Makassar dengan menggandeng aparat keamanan sipil seperti Polri dan TNI bisa dijadikan contah.

“Dengan peta persoalan yang hampir serupa dengan Jogya, pembauran berbagai kultur dalam satu Daerah menjadikan dinamika keamanan dan ketertiban serta upaya penanggulangan juga tinggi. Ini yang menarik untuk kami pelajari,” ujarnya.

Sementara asisten III Pemkot, Burhanuddin menjelaskan upaya-upaya yang telah dilakukan Makassar dalam menjaga kamtibmas dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat serta aparat berwajib.

“Kearifan lokal menjadi kunci dalam mengerahkan seluruh Potensi masyarakat untuk terlibat aktif menjaga kamtibmas. Punggawa-punggawa atau tokoh tetua di wilayah masing-masing dilibatkan sebagai panutan bagi seluruh warga.

Selain itu, aparat berwajib seperti Polisi dan TNI pun mempunyai andil besar dalam menangani semua potensi gangguan keamanan secara preventif dengan pola persuasif,” kata Burhanuddin.

Selain belajar tentang Kamtibmas, Rombongan Pemerintah DIY juga menyatakan kekaguman atas pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kota Makassar yang selalu berada di atas 8%. Dibanding pertumbuhan ekonomi DIY yang hanya berada di kisaran rata-rata 5 persen. (NM)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com