Minggu, 15 Desember 2019

Pemkot Makassar Matangkan Perwali Pengendalian Kantong Plastik

2 bulan yang lalu | 11:57 am
Pemkot Makassar Matangkan Perwali Pengendalian Kantong Plastik

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (19/9/2019) – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan komitmen untuk memerangi sampah plastik yang berpotensi merusak lingkungan. Untuk itu, pemerintah daerah tengah mematangkan peraturan wali kota atau perwali terkait pengendalian kantong plastik.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Andi Iskandar, mengatakan pihaknya telah membuat rancangan perwali tersebut. Bahkan pihaknya telah menggelar forum grup discussion (FGD) dengan melibatkan para ahli untuk meminta pendapat terkait regulasi ini.

“Kita tekankan pengendalian kantong plastik dalam perwali itu. Nanti, setelah jadi perwali akan dilanjut sosialisasi ke masyarakat agar dipahami,” kata Iskandar.

Dia menuturkan perwali ini sudah diserahkan ke Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Kota Makassar untuk digodok lebih jauh. Pasalnya, DLH hanya membuat konsep terkait rancangan aturan tersebut. “Jelasnya di bagian hukum, kita hanya pada konsep saja nanti mereka yang mempertajam,” ujarnya.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Kota Makassar, Umar, yang dikonfirmasi terpisah, rencananya akan dilakukan kembali uji publik terkait perwali kantong plastik ini. Hal itu perlu sebelum regulasi anyar ini dipatenkan oleh wali kota.

“Kita sudah uji publik satu kali, drafnya itu sudah dirampungkan dan kita akomodir beberapa masukan. Saat ini, tahapan finalisasi perwali,” ungkap Umar.

Kata dia, regulasi ini penting mengingat kantong plastik memiliki dampak yang luar biasa. Sebab bisa mempengaruhi dan merusak ekosistem lingkungan lantaran sulit terurai oleh tanah.

Olehnya itu, perwali ini akan memfokuskan pada pelaku usaha dan produsen kantong plastik serta konsumen yang selama ini menikmati adanya kantong plastik. “Kantong plastik inikan sulit sekali terurai dan dampaknya sangat luar biasa makanya perwali ini penting untuk segera kita patenkan,” ujarnya.

Dikatakan Umar, pihaknya memilih kata pengendalian ketimbang pengurangan. Sebab, upaya Pemkot mendukung program pusat akan dilakukan secara bertahap. Artinya, masyarakat diajar menggunakan kantong plastik secara tidak berlebihan. “Istilah pengendalian inu karena kata itu mengandung edukasi kepada masyarakat dalam hal penggunaan kantong plastik,” tutupnya.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com