Minggu, 15 Desember 2019

Pembangunan PLTSa, Solusi Penanganan Sampah di TPA Antang

2 bulan yang lalu | 10:27 am
Pembangunan PLTSa, Solusi Penanganan Sampah di TPA Antang

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (19/9/2019) – Pemerintah berupaya mencari solusi jangka panjang penanganan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa atau biasa disebut TPA Antang. Selain mempertimbangkan pembangunan TPA regional Mamminasata, opsi lain adalah membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Penanganan sampah di TPA Antang memang disorot dalam sepekan terakhir. Hal itu menyusul kebakaran yang memicu polusi asap di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Masyarakat mengeluh lantaran asap berbau menyengat dan membahayakan kesehatan menyebar ke kawasan permukiman penduduk.

Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar sendiri sepakat mendorong pembangunan PLTSa di TPA Antang. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menegaskan Kota Makassar memang
“Kalau saya sih bahasakan insinerator, waste to energy. Masa’ sebesar Makassar sebagai kota metro, kita nggak punya teknologi waste to energy,” kata Nurdin.

Rencana ini, kata Nurdin, sementara dicanangkan Pemkot Makassar yang dikerjasamakan dengan Suitomo Corporation, Jepang. Pembangunan PLTSa di TPA Tamangapa ini juga menjadi bagian solusi jangka panjang mengingat volume sampah yang terlalu besar untuk ditampung disana.

“Kita akan bangun pembangkit listrik tenaga sampah. Kemarin itu udah jalan, sudah mulai feasibility study. Lingkungan kita ini tidak sehat. Makanya kita harus hadirkan pengelolaan sampah yang lebih sehat,” pungkas Nurdin.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Andi Iskandar, mengatakan jika PLTSa sudah beroperasi maka masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan bahaya kebakaran yang setiap tahun terjadi di TPA Antang.

Menurut dia, Makassar merupakan satu dari 12 kota di Indonesia yang mendapatkan fasilitas untuk penanganan sampah melalui PLTSa. Itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Kalau PLTSa ini sudah beroperasi maka sampah yang diambil dari masyarakat dimasukkan ke dalam gedung dan di dalamnya ada teknologi insenerator yang akan membakar sampah menjadi energi listrik dan gas,” kata Iskandar.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com