Minggu, 21 Juli 2019

Patung Gajah di Sudut Losari, Saksi Bisu Makassar Dekade 1980-an

2 bulan yang lalu | 4:59 pm
Patung Gajah di Sudut Losari, Saksi Bisu Makassar Dekade 1980-an

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (7/4/2019) – Sebagai penduduk Makassar, berkunjung ke Pantai Losari atau sekedar melintas adalah hal yang lumrah. Sejumlah patung pahlawan nasional hingga yang bertema budaya menghiasi setiap sudut anjungan landmark yang membentang sepanjang Jalan Somba Opu tersebut.

Namun, ada sesuatu luput dari pandangan. Tepat di perempatan Jalan Rajawali – Haji Bau – Tanjung Bunga, berdiri patung gajah dengan pose tegap hendak berteriak. Belalainya terayun ke udara dengan mantap, seperti hendak mempertegas posisi sebagai salah satu fauna penguasa rimba.

Kulitnya kusam dilahap terik dan hujan meski sudah diteduhi pohon. Coretan penuhi setiap sudut tubuh. Kedua gadingnya sudah tercerabut sejak beberapa tahun silam. Ia tersudut dan terasing dari segala hingar-bingar, berdiri dalam kesepian.

Sulit untuk percaya jika di situ pernah berdiri sebuah taman populer. Masyarakat dekade 1980-an mengenalnya sebagai Taman Safari. Namun, isinya bukan binatang lengkap bersama pawangnya. Melainkan hanya beberapa patung satwa ditambah sejumlah permainan kanak-kanak macam perosotan, ayunan hingga jungkat-jungkit.

Meski pernah beken, riwayat tentang Taman Safari kini mulai dilupakan. Orang-orang, terutama yang lahir pertengahan 1990-an, hanya memandang Si Gajah sebagai hiasan tak terurus belaka. Seolah kontras dengan sejumlah patung mengkilap, tak jauh dari tempatnya berdiri.

“Setahu saya dulunya hanya sebagai patung menuju pasar tradisional. Namun seiring berdirinya kawasan Tanjung Bunga, pasar tersebut mulai hilang begitu pula dengan gerbang masuk ke taman,” tutur Thorgib (23), seorang mahasiswa yang sehari-hari berdomisili di Gowa, sedikit mengingat memori masa kecilnya.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com