Minggu, 21 Juli 2019

Nikmati Olahan Pisang Khas Makassar!

3 tahun yang lalu | 3:20 am
Nikmati Olahan Pisang Khas Makassar!

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (4/9/2015) – Pisang. Siapa orang Indonesia yang tidak kenal nama buah yang satu ini? Pisang termasuk dalam suku Musaceae dengan beragam jenisnya. Tumbuhan ini memang bisa tumbuh subur di negara tropis seperti Indonesia. Tidak heran kalau pisang jadi salah satu buah-buahan yang paling mudah ditemukan di hampir sekujur republik Indonesia, termasuk Makassar.

Bahkan, kota ini termasuk kota dengan prosentase konsumsi pisang tertinggi di Indonesia. Orang Bugis, Makassar dan Toraja sebagai suku terbesar yang menghuni kota Makassar terkenal sebagai pemakan pisang yang rakus. Tidak heran kalau olahan pisang di Makassar jadi sangat beragam. Dari yang sekadar digoreng sampai yang diolah macam-macam hingga jadi penganan yang nikmatnya sampai ke ujung lidah paling dalam.

Dari sekian banyak olahan pisang yang terkenal dari Sulawesi Selatan, berikut 5 di antaranya:

Pisang Ijo

Ini salah satu olahan pisang asal Makassar yang paling terkenal, bahkan sudah sampai menyeberang lautan. Sampai sekarang saya belum jelas dari masa asal makanan ini. Namanya lebih dekat ke nama Jawa daripada Makassar, tapi makanan ini malah lebih dekat ke kota Makassar.

Pisang ijo adalah olahan pisang raja yang dibungkus kulit berwarna hijau lalu dihidangkan dengan kuah kental yang rasanya manis. Sebagai pelengkap dituangkan susu kental manis atau sirup dan es batu. Pisang ijo paling berjaya ketika bulan Ramadan datang. Pedagang pisang ijo bertebaran di banyak penjuru kota Makassar.

Tidak salah karena menikmati pisang ijo memang paling pas dengan es batu, senjata paling ampuh mengusir rasa haus selepas berpuasa sepanjang hari.

Pallu Butung

Nah kalau yang ini dari namanya sudah sangat mencerminkan Makassar. Pallu butung hampir sama dengan pisang ijo, sama-sama pisang yang diberi kuah kental. Bedanya, pisang di pallu butung tidak dibungkus kulit seperti di pisang ijo.

Orang luar Makassar banyak yang salah mengira, dikiranya pallu butung dan pisang ijo sama padahal tidak.

Tapi sama seperti pisang ijo, pallu butung juga laris manis di bulan Ramadan dan jadi salah satu makanan pilihan menjelang buka puasa. Mungkin karena rasanya yang manis, apalagi jika ditambah susu kental manis dan sirup.

Barongko

Ini juga salah satu olahan pisang yang paling sering dijumpai, utamanya di acara-acara pernikahan atau syukuran. Barongko berbahan dasar pisang, biasanya pisang yang sudah masak dan lembek. Dengan campuran santan, gula dan telur yang kemudian dibungkus dengan daun pisang jadilah kue yang rasanya manis pakai banget.

Barongko adalah makanan utama orang-orang bersuku Bugis. Salah satu makanan yang wajib hadir dalam sebuah acara perkawinan atau syukuran. Agak sulit menemukan barongko di kios-kios makanan, kecuali di beberapa kios khusus yang menjual makanan tradisional Bugis-Makassar.

Pisang Epe’

Dalam bahasa Makassar, epe’ berasal dari kata; niepe’ atau dipipihkan. Kata ini dipakai karena memang pisang epe’ disajikan dari pisang yang dibakar di atas bara lalu dipipihkan menggunakan sebuah alat sederhana.

Pisang yang digunakan adalah pisang raja atau pisang gepok yang sudah mengkal tapi tidak terlalu masak. Setelah dibakar dan dipipihkan lalu disajikan di atas piring kecil dengan tambahan gula aren yang sudah dicairkan. Kalau dulu hanya ada rasa gula maka sekarang pisang epe’ sudah dimodifikasi dengan beragam rasa lain. Dari durian, cokelat sampai keju.

Pisang epe’ sangat lekat dengan Pantai Losari. Mungkin karena sejak dulu daerah pesisir inilah yang jadi tempat mangkalnya para pedagang pisang epe’. Sangat mudah menemukan pedagang pisang epe’ di sekitaran Pantai Losari.

Pisang Peppe’

Sepintas namanya mirip dengan pisang epe’ ya? Tapi percayalah, ini beda. Kalau pisang epe’ dibakar lalu dipipihkan dan disajikan dengan cairan gula aren maka pisang peppe’ berbeda. Pisang peppe’ (atau dalam bahasa daerahnya disebut sanggara peppe’) dipilih dari pisang gepok yang masih mengkal cenderung muda yang lalu digoreng seperti biasa. Setelahnya pisang goreng itu dipipihkan seperti memipihkan pisang epe’.

Bedanya, pisang yang dipipihkan itu akan terasa lebih renyah dan gurih karena dipilih dari pisang yang masih mengkal cenderung muda, beda dengan pisang goreng biasa. Lalu pembeda lainnya adalah ketika disajikan. Pisang peppe’ tidak bisa muncul sendirian, harus ada yang menemani. Siapa yang menemaninya? Siapa lagi kalau bukan sambal! Ya, sambal tomat yang pedas!


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com