Jum'at, 21 Juli 2017

Menuju Haji Mabrur Bagian 2 (selesai)

3 tahun yang lalu | 2:10 am
Menuju Haji Mabrur Bagian 2 (selesai)

Baca Juga

Jakarta, www.wartatimur.com- Setelah niat, berfokus pada ibadah, mengikuti tertib dan tuntunan haji dan menghindari kesibukan berbelanja yang berlebih, hal lain yang mesti diperhatikan oleh jamaah haji indonesia adalah memperbanyak muhasabah (mengevaluasi diri). Karena saat berhaji adalah saat yang paling tepat untuk melakukan evaluasi bagi perjalanan kehidupan kita sebagai hamba Allah.

Hidari Pembicaraan Tidak Perlu

Sebaiknya saat melaksanakan haji selain memperbanyak membaca Al – Qur’an hal lainya adalah bermuhasabah dan hindari berbagai percakapan yang buruk selama di tanah suci seperti bergosip, menceritakan keburukan orang lain, apalagi sampai memfitnah dan mengumpat. Karena ada banyak kejadian buruk yang menimpa jamaah yang senang melakukan hal tersebut, walau sulit diterima secara nalar berbagai kejadian aneh memang sering terjadi maka sebaiknya perbanyak zikir, membaca Al-quran dan amalan sunah lainya dari pada melakukan pembicaraan yang tidak perlu.

Merasakan kemulian Baitullah dan Manisnya Ibadah

Makkah”  adalah kota suci yang sering disebut – sebut di dalam Al – Qur’an dan hadits Rasulullah. Makkah memiliki beberapa sebutan antara lain : Bakkah, Umm Al Qura, Al-Balad, Al Baladul Amin, Haram Amin, Wad Ghairu Dzi Zar’in, Ma’ad, Qaryah,  al-Masjid al-Haram, Al – Baldah, dll.

Berkali – kali disebutkan di dalam  Qur’an dan banyaknya sebutan menunjukkan banyaknya keistimewaan dan keutamaan yang dimiliki kota suci Makkah

Makkah dianggap istimewa karena merupakan tempat kelahiran  Rasulullah dan tempat turunnya wahyu (al-Qur’an).
Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengejakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”(QS. Alu ‘Imran: 96,97)

Tidak hanya itu, tetapi di Makkah juga terdapat bangunan yang berusia ribuan tahun yaitu  Ka’bah Setiap tahun jutaan umat manusia siang dan malam dari berbagai penjuru dunia datang mengelilinginya merasakan kuasa Allah atas kejadian dan penciptaanya. Seperti sebuah reuni akbar saat di makkah umat islam dari berbagai ras saling bertemu dan memuja Tuhan yang sama.

Manusia-manusia haji adalah mereka yang diberikan kesempatan untuk merasakan manisnya iman dan kuasa dari Tuhanya. Maka alangkah indahnya jika setiap hamba sibuk menghitung dirinya sendiri dan memperbanyak ibadah sehingga manisnya iman menjadi terasa dalam pribadi kita.

Allahu Akbar, Labaik Allahuma labaik!

Pulanglah sebagai Pribadi Mulia 

Setelah selesai menunaikan seluruh ritual haji, maka pulanglah sebagai pribadi mulia. Jadikanlah pengalaman haji sebagai bekal menuju pribadi yang mulia karena kita telah merasakan kunjungan ke tempat yang mulia. Pulanglah dan tebar rahmat di muka bumi karena seorang haji adalah orang-orang pilihan tak semua orang dapat merasakan undangan Allah tersebut.

Andai saja, setiap dari mereka yang pernah berhaji benar-benar mulia maka tentu saja indonesia akan menjadi bangsa yang mulia pula, karena pasti para haji telah menjadi pribadi yang senantiasa mampu mawas diri.

 


Penulis : ABR
Editor : ABR
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com