Selasa, 19 Juni 2018

Menikmati Sunset di Pulau Lae-lae

2 tahun yang lalu | 6:35 pm
Menikmati Sunset di Pulau Lae-lae

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (10/7/2015) – Pulau Lae-Lae adalah pulau yang jaraknya paling dekat dengan pesisir Pantai Losari yang sering dibicarakan oleh orang-orang ketika berkunjung ke Makassar.

Pulau Lae-Lae sendiri termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang berada didalam kawasan wisata pulau kota Makassar. Selain Samalona, Kodingareng Keke, Barangcaddi dan Baranglompo, Pulau Lae-Lae juga termasuk salah satu alternatif tempat wisata bagi para pecinta wisata bahari.

Bagi sebagian besar masyarakat kota Makassar, Pulau Lae-Lae sudah tidak dianggap lagi sebagai pulau wisata bagi mereka dikarenakan Pulau Lae-Lae mempunyai jarak saat ini sudah sangat dekat sehingga pengunjungnya pun tidak banyak.

Jarak Pulau Lae-Lae dari pesisir Pantai Losari sekitar 1,5 km dan jika ditempuh dengan perahu penyeberangan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 5 menit. Tempat penyeberangan untuk ke Pulau Lae-Lae ada beberapa tempat diantaranya Dermaga Panyua, Dermaga Kayu Bangkoa dan Pelabuhan Paoetere tetapi masyarakat setempat lebih memilih dermaga Kayu bangkoa sebagai dermaga penyeberangan ke Pulau Lae-Lae karena sangat dekat jaraknya.

Pulau Lae-Lae termasuk dalam lingkungan kecamatan Ujung Pandang kota Makassar dengan luas 0,04 km² dan dihuni oleh 420 keluarga atau sekitar 1780 jiwa.

Bagi sebagian orang yang sering kesana, Pulau Lae-Lae merupakan surga sunset kota Makassar. Tidak heran jika sore menjelang para pemburu sunset pun akan memenuhi Dermaga Kayu Bangkoa untuk menyeberang menuju Pulau Lae-Lae. Sunset yang disajikan oleh Pulau Lae-Lae pun akan sangat memberi kesan yang indah bagi para pengunjung dan banyak juga pengunjung yang memilih untuk menginap di Pulau Lae-Lae apabila weekend tiba.

Bale-bale atau pondok kecil dengan fasilitas seadanya dibuat oleh warga setempat untuk memberi kenyamanan bagi para pengunjung yang memilih menghabiskan weekendnya di pulau tersebut. Harga penyewaan bale-bale juga terbilang murah untuk satu malamnya yaitu Rp. 50.000,- hanya saja para pengunjung yang memilih untuk menginap sebaiknya mempersiapkan perlengkapan pribadi yang lebih baik karena angin di Pulau Lae-Lae sangatlah kencang pada malam hari.

Keesokan paginya para pengunjung dapat menikmati air laut Pulau Lae-Lae dengan snorkeling atau berenang-renang kecil disepanjang bibir pantai pulau. Terumbu karang di Pulau Lae-Lae saat ini memang sudah banyak yang rusak tetapi masih menjadi tempat perlindungan satu-satunya bagi ikan-ikan hias yang berwarna-warni.

Melihat keindahan Pulau Lae-Lae yang mulai tersingkirkan oleh bangunan beton disekitarnya, anak muda kota Makassar mulai bergerak dengan mencoba menciptakan suasana pantai yang lebih mengundang banyak orang datang ke pulau tersebut. Fasilitas-fasilitas yang ada direnovasi seunik mungkin serta mencoba menyajikan musik perkusi sambil menikmati sunset agar bisa mendatangkan lagi masyarakat untuk menikmati sunset Pulau Lae-Lae. (*)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com