Sabtu, 17 Februari 2018

Mencari Jalan Damai untuk PPP

3 tahun yang lalu | 9:41 am
Mencari Jalan Damai untuk PPP

Baca Juga

SEMARANG, WARTATIMUR.COM – Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair menyatakan, Sabtu (20/9), penyelesaian islah adalah jalan untuk menyatukan semua lapisan di PPP.

Permintaannya itu tertuang dalam surat yang ditulis tangan dan dibagikan dalam Pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah PPP Jawa Tengah di Hotel Muria Semarang, Sabtu.

Ia juga menyerukan agar perpecahan dua kubu di partainya segera diakhiri. Selain itu, agar kubu Suryadharma Ali dan kubu Emron Pangkapi segera berdamai (islah). “Hal tersebut bisa diwujudkan melalui percepatan muktamar sehingga islah lebih ada harapan,” ujarnya.

Maimun meminta PPP Jawa Tengah memelopori islah dan menggagas percepatan muktamar yang diyakini bisa membawa pengaruh besar bagi seluruh PPP se-nusantara.

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menilai konflik yang melanda internal partainya itu adalah pertengkaran anak-anak. “Semestinya bisa diselesaikan dengan mudah,” imbuhnya.

Faridz mengatakan, sebelum ini partainya juga pernah dilanda konflik internal. Namun, kisruh tersebut dengan mudah terselesaikan ketika Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimun Zubair, meminta adanya islah (damai).

Berbeda, pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, sebelumnya memprediksi kondisi partai berlambang kakbah itu akan normal kembali setelah Presiden RI terpilih Jokowi mengumumkan formasi kabinet beserta para menteri yang menduduki jababatan masing-masing lembaga.

Pasalnya, lanjut Hendri, ada pihak di PPP yang ingin menjadi bagian dari kekuasaan dengan bergabung bersama Joko Widodo-Jusuf Kalla. Namun, ada juga pihak yang tetap konsisten berada di barisan Koalisi Merah Putih.

Dia mengatakan, partai berwarna hijau itu tidak akan sampai terpecah dua seperti zaman Zainuddin MZ karena tokoh yang dimiliki PPP tidak ada kandidat yang kuat untuk menarik perhatian masyarakat.

Kisruh PPP semakin membesar berawal dari aksi saling pecat dari kelompok Emron Pangkapi dan kelompok Suryadharma Ali, sekaligus saling tuding bahwa pemecatan tersebut ilegal. Aksi saling tuding ini mengindikasikan ada kepengurusan ganda dalam PPP.

Kelompok Emron Pangkapi memecat Suryadharma Ali karena dinilai melanggar AD/ART dan menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua umum, yakni Emron Pangkapi.

Sementara itu, kelompok Suryadharma Ali juga melakukan pemecatan 15 orang Pengurus Harian Pusat (PHP) PPP dari jabatannya dan menilai pemberhentian dirinya tidak sah karena bukan melalui forum muktamar.

Suryadharma Ali juga menunjuk wakil sekretaris jenderal Syaifullah Tamliha sebagai sekretaris jenderal.

Sebelum Pemilihan Presiden 2014, PPP kisruh karena Suryadharma Ali menyatakan dukungan partainya terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Kisruh itu membuahkan islah dan dukungan PPP tetap pada Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa. (NM)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com