Jum'at, 24 Mei 2019

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La Galigo

2 minggu yang lalu | 2:59 pm
Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La Galigo

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (12/4/2019) – Berbicara tentang Sulawesi Selatan, tentu tak lepas dari berbagai macam budaya hingga sejarah yang mengiringi perkembangan masyarakat pesisir Makassar hingga pegunungan Enrekang. Ditelusuri lebih jauh, jejak langkah kaki pertama di Tanah Daeng bisa dirunut sejak masa pra-sejarah.

Menyambangi situs-situs bersejarah di seantero Sulsel bukan pekerjaan mudah. Namun jika rasa penasaran ingin segera dituntaskan, silakan menyambangi Museum La Galigo yang berdiri tegak dalam salah satu bangunan Benteng Fort Rotterdam. Sejumlah replika dan peninggalan terpajang untuk para pengunjung haus pengetahuan, diantaranya adalah:

1. Patung arca batu dengan corak Polinesia ini jadi salah satu peninggalan masa Neolitikum, banyak di antaranya masih berdiri di daerah utara seperti Toraja

2. Alat-alat bantu jadi bukti peralihan dari masa berburu ke masa menetap-menanam

3. Agama Buddha pun pernah tersebar, terbukti dari salah satu arca yang ditemukan di daerah Mamuju

4. Medali perak bersepuh emas jadi tanda persahabatan VOC dengan salah satu Arumpone (Pemimpin) Kerajaan Bone (1330-1950)

5. Mahkota ini adalah replika dari yang dikenakan para Karaeng, Daeng hingga Sultan penguasa Kerajaan Gowa-Tallo (1300-1946)

6. Badik termasuk salah satu bagian penting dalam adat istiadat Bugis-Makassar sebagai lambang kejantanan. Sebutlah istilah “Teyai bura’ne punna tena ammallaki badik” yang berarti “Bukan seorang lelaki jika tak memiliki badik”.

7. Beberapa bukti jika Kerajaan Luwu (Berdiri pada pertengahan 1200-an), wilayah Palopo dan sekitarnya saat ini, pernah berjaya

8. Beberapa wadah yang digunakan dalam upacara Maccera wettang (Urut kandungan) bagi ibu yang hamil tua hingga kelahirang si bayi

9. Beberapa peralatan masak tradisional masyarakat Bugis-Makassar yang turut dipamerkan.

10. Tradisi memenun kain amat lekat dalam hidup sehari-hari para wanita Sulsel, motifnya pun berbeda dari masing-maing daerah

11. Salah satu yang mencolok dari adat Toraja adalah Rambu Solo’ alias upacara kematian. Jenazah diantar ke liang lahat di perbukitan dengan Tau-tau atau patung sebagai penanda tempat semayam.

12. Sesuai dengan namanya, museum ini turut menyimpan secuil naskah (Sureq) I La Galigo, epik mitos penciptaan peradaban masyarakat Sulsel. Benda-benda koleksi terdiri dari kapak dari zaman batu, arca Mesolitik, arca Buddha, replika peninggalan beberapa kerajaan/kesultanan yang berdiri di seantero wilayah Sulsel, beberapa wadah yang iringi acara adat, kain tenun tradisional, miniatur Tau-tau khas Toraja hingga naskah epos I La Galigo yang dinobatkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com