Minggu, 25 Agustus 2019

Melihat Lebih Dekat Al Quran Raksasa di Masjid Raya Makassar

3 bulan yang lalu | 2:47 am
Melihat Lebih Dekat Al Quran Raksasa di Masjid Raya Makassar

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (15/5/2019) – Masjid Raya Makassar selain menjadi tempat ibadah bagi umat muslim, juga makin menarik dengan adanya Al Quran Raksasa yang terpajang di lantai dua atau pintu masuk masjid.

Seperti pada bulan suci ramadhan ini, pengunjung dapat melihat langsung Al Quran Raksasa. Alquran ini, menurut catatan yayasan masjid, berukuran 1 x 1,5 meter persegi dengan berat 584 kilogram. Kitab ini didatangkan dari Yasasan Asy’ariah Kalibeber, Yogyakarta pada tahun 2008, sebagai wakaf tokoh masyarakat Sulawesi Selatan.

Al Quran raksasa yang terbingkai ini terpajang di lantai 2 Masjid Raya Makassar. Al Quran raksasa ini ditulis oleh KH Ahmad Faqih dari Yayasan Al Asy’ariah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah.

Al Quran raksasa di Masjid Raya Makassar ini menjadi salah satu obyek wisata religi umat Muslim di Kota Makassar sejak 26 Agustus 2009. Seperti Al Quran pada umumnya, tulisan ayat-ayat suci itu berjumlah 6.666 ayat yang terangkum dalam 30 juz serta 605 lembar. Hal yang istimewa dari Al Quran tersebut adalah tintanya yang menggunakan spidol khusus warna hitam.

Masjid Raya Makassar dibangun pada tahun 1948 dan selesai pada tahun 1949. Masjid ini mengalami renovasi dari tahun 1999 hingga tahun 2005. Pertama kali dirancang oleh arsitek Muhammad Soebardjo setelah memenangi sayembara yang digelar panitia pembangunan masjid raya. Masjid ini dapat menampung hingga 10.000 jamaah.

Mesjid dua lantai di Jl. Bulusaraung ini menggunakan bahan bangunan sekitar 80 persen dari bahan baku lokal, memiliki dua menara setinggi 66,66 meter, daya tampung 10.000 jamaah dan fasilitas berupa perpustakaan, kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan.

Masjid Raya Makassar, dibangun di atas lahan lapangan sepak bola Exelsior Makassar seluas 13.912 meter persegi yang dihibahkan untuk pembangunan masjid tersebut. Bangunan awal Masjid Raya Makassar dirancang oleh M Soebardjo dan dibangun pada tanggal 25 Mei 1949.

Dana awal pembangunan masjid hanya Rp. 60.000 (enam puluh ribu rupiah) yang diprakarsai K H Ahmad Bone, seorang ulama asal Kabupaten Bone tahun 1947 dengan menunjuk ketua panitia KH Muchtar Lutfi, dua tahun kemudian diresmikan dengan menghabiskan biaya Rp1,2 juta rupiah pada tahun 1949.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com