Rabu, 20 November 2019

Megahnya Arsitektur Benteng Fort Rotterdam

4 tahun yang lalu | 3:52 am
Megahnya Arsitektur Benteng Fort Rotterdam

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (10/9/2015) – Satu lagi objek wisata di kota daeng yang tidak boleh Anda lewatkan. Anda akan dibuat bernostalgia ke masa lalu menyaksikan kemegahan bangunan yang bernuansa abad 17 peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Benteng ini,   terletak di Jalan Ujung Pandang.

Benteng Fort Rotterdam awalnya bernama Benteng Ujung Pandang. Orang Makassar menyebutnya benteng Panyua atau Benteng Tana Toaya. Benteng Ujung Pandang merupakan markas pasukan kerajaan Gowa-Tallo di masa lalu. Dibangun oleh raja Gowa yang ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna sekitar tahun 1545.

Benteng Ujung Pandang mulai berubah nama menjadi Fort Rotterdam saat kerajaan Gowa runtuh di tangan pemerintahan Belanda. Bangsa kolonial pun memanfaatkan gedung ini sebagai pusat pemerintahan sekaligus tempat menahan para tawanan politik. Nama Fort Rotterdam sendiri merupakan tanah kelahiran salah satu pemimpin Belanda di Makassar saat itu.

Lalu, apa yang menarik dari Benteng Fort Rotterdam? Benteng tersebut merupakan benteng yang menjadi saksi sejarah perjuangan kota Makassar. Berdiri di atas lahan luas sekitar 3 hektar. Bangunannya berbentuk bangunan klasik Eropa yang kokoh.

Jamaluddin, salah satu tim pengelola benteng Fort Roterdam dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Makassar mengatakan, sejak tahun1970 pengelolaan benteng ini diserahkan ke pemerintah untuk direvitalisasi. Sebelumnya, gedung-gedung yang masih berbentuk rumah panggung di sekitaran benteng dimanfaatkan sebagai asrama tentara dan sipil.

“Barulah di bawah naungan BPCB ini benteng dan gedung-gedung mulai dibenahi secara fisik tanpa menghilangkan bentuk aslinya,”katanya ditemui di ruang bagian informasi BPCB.

Walaupun sudah mengalami renovasi pada beberapa bagian demi kelestarian benteng, tetap saja Fort Rotterdam memiliki pesona sejarah yang kuat. Selain itu, yang menarik lainnya adalah salah satu bangunan yang ada di ujung benteng. Bangunan kecil tersebuut merupakan tempat pembuangan Pangeran Dipeonegoro sampai hari kematiannya.

Selain itu, mata Anda juga akan disugukan taman hijau di depan pintu masuk dan panggung yang biasa digunakan untuk berbagai even. Masuk di benteng rotterdam tidak perlu membayar cukup melapor saja di pos satpam. Tetapi, Anda yang akan masuk museum diwajibkan membayar sebagai biaya pemeliharaan. (NM)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com