Selasa, 12 Desember 2017

Makassar Surga Wisata Kuliner

1 minggu yang lalu | 2:00 am
Makassar Surga Wisata Kuliner

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (9/11/2017) – Mencicipi ragam kuliner khas Indonesia rasanya tak lengkap jika belum memanjakan lidah dengan mengunjungi Kota Makassar.

Bisa dipastikan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, tak mampu menahan syahwat lidahnya, untuk mencicipi aneka kuliner yang disajikan dengan cita rasa lezat di kota berjuluk ”Kota Daeng” ini. Sajian kuliner di kota yang memiliki ikon Pantai Losari ini sangat bervariasi.

Sebut saja pallu butung, pisang ijo, pisang epe, jalangkote, coto, konro, hingga mi kering. Eksistensi sajian kuliner khas daerah ini terus bertahan di tengah hadirnya gempuran ragam sajian menu ala Western .

Semua itu tak lepas dari dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Makassar di bawah kendali Wali Kota Makassar Ramdhan Danny Pomanto. Lewat tangan dingin Danny Pomanto, sejumlah ide brilian dihadirkan dalam bentuk inovasi promosi potensi kuliner.

Tak hanya skala nasional, tapi juga skala internasional melalui event F8 (Film, Food, Fashion, Flora, FineArt, FusionJazz, danFiction Writer). Food menjadi salah satu perhatian penting, karena merupakan brand image Kota Makassar sebagai kota kuliner.

Tak hanya itu, event Makassar Culinary Night Festival juga makin menahbiskan Makassar sebagai Kota Kuliner Dunia. Hal tersebut juga diperkuat dengan dipatenkannya kota ini sebagai Kota Wisata Kuliner oleh Kementerian Pariwisata melalui Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, pada Januari 2017.

Bahkan, ada 10 ikon kuliner yang ditetapkan Pemkot dalam mendukung daerah ini sebagai lokasi wisata kuliner, yakni coto mangkasara, pallubasa, sop sodara, sop konro, pallumara, pisang epe, konro bakar, jalangkote, mi kering, dan pisang ijo.

”Sekitar 98% orang ke Makassar tidak lagi sekadar datang dan melakukan kegiatan meeting. Kini, kebanyakan mereka senang ke Makassar karena ingin mencicipi kuliner yang ditawarkan. Dan itu sudah menjadi hal wajib di setiap kedatangan mereka,” kata Danny.

Pada penyelenggaraan Makassar Day 2016, yang digelar di Madrid, Spanyol, animo orang luar mencicipi sajian khas Makassar yang dikemas dengan apik, baik dari kemasan, rasa, maupun tampilan, sangat besar.

Dinas Pariwisata Makassar bahkan mencatatkan transaksi Makassar Day kala itu mencapai Rp500 juta, dengan kunjungan sekitar 400.000 orang. Tak hanya itu, setelah pelaksanaan Makassar Day, pada Januari 2017, secara khusus Duta Besar (Dubes) Indonesia di Madrid meminta digelar event khusus kuliner Makassar di Kedubes RI.

Hal menarik pada ajang ini, yang menjadi audiens adalah seluruh dubes dari berbagai negara di Madrid. Di mana, sebagian besar dari mereka mencicipi coto makassar, yang memang menjadi andalan saat event tersebut berlangsung.

”Kami terus melakukan penataan dalam mendukung eksistensi kuliner Makassar, apalagi respons positif dari masyarakat luar negeri sangat besar. Bisa dikatakan kuliner kita sudah mendunia, didukung oleh taste yang ditawarkan sudah dapat diterima oleh mancanegara,” tutur Danny.

Atas respons positif tersebut, makanya tak heran jika saat ini sedang dibangun pusat jajanan kuliner yang merakyat di seantero Kota Makassar sehingga aneka kuliner Makassar dapat dengan mudah dijangkau. Seperti kawasan kuliner kaki lima akan dibangun di Jalan Kartini dan sudah berjalan saat ini di Jalan Penghibur, Jalan Lamadukkeleng, dan Maipa.

Gencarnya Pemkot Makassar menghadirkan event yang menarik kunjungan wisatawan, tentunya tak hanya berdampak bagi wisata kuliner, juga stakeholder lainnya turut kecipratan, seperti yang dirasakan asosiasi travel yang tergabung dalam ASITA.

Ketua ASITA Sulawesi Selatan (Sulsel) Didi L Manaba menuturkan, kuliner Kota Makassar yang sangat kaya dan beragam menjadi isu dan jualan cukup baik yang berhasil diangkat dan disosialisasikan oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan jajarannya.

”Selain keragaman, brand halal destinasi Kota Makassar juga cukup terangkat sehingga memang patut diapresiasi upaya tersebut. Terlebih, Wali Kota mampu menjadikan ikon Kota Makassar sebagai salah satu kota kaya kuliner,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau Messak mengatakan, pengakuan Makassar sebagai kota kuliner sudah dilakukan sejak tahun lalu.

”Makassar sangat terkenal dengan sajian kulinernya yang tak ada duanya di dunia. Makanya, kami memasukkan nama Makassar dalam database kota wisata di Indonesia bersama sejumlah kota lainnya,” paparnya.


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com