Kamis, 16 Juli 2020

Makassar Pusat Wisata Covid-19

1 bulan yang lalu | 10:37 am
Makassar Pusat Wisata Covid-19

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (11/5/2020) – Program “Wisata Covid-19” dianggap langkah humanis. Memperlakukan pasien dengan sangat baik, layaknya berwisata.

Apalagi, Pemprov Sulsel berhasrat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tuntas bulan ini. Makanya, program Wisata Covid-19 ini digagas. Kota Makassar dijadikan pusat penanganan.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan penanganan Covid-19 ini butuh kerja keras dan sinergi. Disebutnya, saat ini belum ada vaksin dan belum ada obat Covid-19. Sehingga salah satu cara penanganan dengan meningkatkan imunitas.

“Kita fokus program ini. Makanya kita bikin program wisata Covid-19,” ungkapnya, Minggu, 10 Mei.

Lewat program ini, penanganan Covid-19 akan lebih humanis dan manusiawi. Terjangkit Covid-19 bukanlah aib. Termasuk untuk penanganan pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Menu di rumah sakit kita intervensi. Makanan mesti bergizi. Makanya kita pakai pola makanan katering,” bebernya.

Khusus program Wisata Covid-19, pihaknya fokus pada orang tanpa gejala (OTG) positif dan orang dalam pemantauan (ODP) yang pernah kontak dengan pasien positif. Mereka akan diinapkan di hotel dengan program khusus.

“Dibuatkan kegiatan. Seperti berjemur, berolahraga. Kemudian ada ceramah agama. Alhamdulillah, ada yang hari keempat hasil (uji) swab-nya sudah negatif,” sebut Nurdin.

Diakui Nurdin, peserta program ini awalnya cukup minim. Namun, belakangan setelah peserta banyak sembuh, makin banyak peminat. Pihaknya bahkan sudah meminta agar daerah-daerah mengirim OTG dan ODP ke Makassar.

“Kirim ke Makassar yang jadi pusat penanganan. Kita akan tangani lewat program ini. Sudah ada 127 orang yang sembuh lewat program ini. Dan mereka balik ke daerahnya akan jadi edukator. Kita juga apresiasi gugus di daerah yang tidak berhenti melakukan tracing,” tuturnya.

Bila OTG dan ODP mengikuti program ini, maka pandemi ini bisa segera selesai. Makanya dia meminta kerja sama kabupaten/kota. Beberapa daerah sudah mengirim OTG dan ODP ke Makassar seperti Lutra, Enrekang, Maros, dan Luwu Timur. Terutama yang Klaster Santri Jatim.

“Kalau semua sadar dan sinergi ini bisa cepat usai. Impian kita akhir Mei bisa deklarasi sebagai provinsi pertama yang bebas Covid-19. Hari ini ada sekitar 50 mahasiswa asal Arab Saudi lagi masuk program ini,” jelasnya.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com