Kamis, 27 Februari 2020

Ladys! Hindari Kebiasaan Ini Supaya Terhindar dari Kanker Payudara dan Kanker Serviks

3 minggu yang lalu | 10:18 am
Ladys! Hindari Kebiasaan  Ini Supaya Terhindar dari Kanker Payudara dan Kanker Serviks

Baca Juga

Wartatimur.com–  Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, kematian akibat kanker naik dari 7,6 juta jiwa tahun 2008 menjadi 9,5 juta jiwa pada 2018. Di Asia Tenggara, pada 2018 Indonesia menempati urutan pertama jumlah penderita baru kanker, yakni 348.809 orang, terutama kanker payudara, serviks, paru-paru, hati, dan nasofaring.

Adapun kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 58.256 kasus atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker. Kanker serviks (leher rahim) merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia sebanyak 32.469 kasus atau 9,3% dari total kasus.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk. Sementara itu, angka kanker serviks di Indonesia mencapai 23,4 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker serviks mencapai 13,9 orang per 100 ribu penduduk.

Khusus untuk kanker payudara sebenarnya berpotensi menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, karena pada dasarnya baik laki-laki maupun perempuan, keduanya sama-sama mempunyai kelenjar payudara. Namun pada sejumlah kasus perempuan cenderung berpotensi tinggi untuk mengidap kanker jenis ini.

Sementara, kejadian kanker pada laki-laki di Indonesia paling banyak ditemukan kasus kanker paru, yakni 12,4 per 100.000 penduduk dengan angka kematian 10,9 per 100.000 penduduk.

Mengenali kebiasaan buruk yang dapat memicu tumbuhnya sel-sel kanker setidaknya merupakan salah satu  upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka jatuhnya korban dari tahun ke tahun.

Berikut kebiasaan yang wajib dihindari bagi anda terutama perempuan agar terhindar dari kanker payudara mau pun serviks.

1. Minuman beralkohol dan minuman dengan kadar gula tinggi

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengelompokkan minuman beralkohol dan minuman bersoda yang memiliki kadar gula tinggi sebagai minuman yang bersifat karsinogenik — zat pemicu tumbuhnya sel kanker.

Cara kerja minuman berakohol adalah dengan meningkatkan estrogen dan hormon-hormon lainnya yang berhubungan dengan hormon-penerima-kanker payudara positif. Selain itu alkohol juga meningkatkan risiko kanker payudara dengan merusak DNA yang terkandung dalam sel-sel pada tubuh.

Sementara itu Studi yang dilakukan Eloi Chazelas dan tim dari Sorbonne Paris Cité Epidemiology and Statistics Research Center terkait  konsumsi minuman manis  seperti minuman bersoda, kalengan, minuman berenergi, milshake manis  menyebutkan pada dasarnya setiap mengonsumsi tambahan 100 ml minuman bergula sehari dapat meningkatkan pertumbuhan kanker sampai 18 persen.

Dalam penelitiannya yang melibatkan 100 ribu responden yang berlangsung selama lima tahun ini.  ilmuwan menemukan 2,193 kasus kanker. Total 693 kasus kanker payudara, 291 kanker prostat dan 166 kanker usus.

Hasil penelitian yang kemudian di publikasikan di British Medical Journal memberikan gambaran umum bahwa Pada akhirnya, mengonsumsi banyak gula dapat menyebabkan obesitas dan naiknya kadar gula (glukosa) dalam darah sehingga dapat memicu beberapa penyakit diantaranya kanker.

2. Makanan karsinogenik

Makanan karsinogenik di sini adalah makanan yang rendah akan serat dan memiliki kadar lemak tinggi serta berbagai macam bahan pengawet seperti junk food maupun fast food.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Michigan University dan didanai National Cancer Institute, makanan junk food yang kaya lemak trans akan menyebabkan peningkatan lemak di payudara sehingga muncul pertumbuhan jaringan di payudara, terlebih jika dikonsumsi oleh remaja yang mana selama masa pubertas sel-sel berkembang lebih cepat . Penumpukan lemak yang terjadi di payudara dapat memicu tumbuhnya sel-sel lain yang tidak dikehendaki yakni sel kanker.

3. Malas berolahraga

Malas berolahraga dapat mengundang berbagai penyakit karena endapan lemak yang berlebihan dalam tubuh menggangu proses metabolisme dalam tubuh sehingga menyebabkan berbagai macam penyakit salah satunya adalah kanker.

Menurut Department of Health and Human Services, USA , olahraga secara  rutin juga dapat meningkatkan kinerja sel darah putih yang memiliki fungsi untuk melawan bakteri yang masuk ke dalam tubuh, sehingga tubuh tidak rentan terhadap penyakit. Karena pada dasarnya para pengidap kanker tidak hanya bermasalah pada metabolisme tubuh yang terganggu oleh lemak namun juga sistem pertahanan tubuh yang rendah.

Adapun waktu yang paling baik untuk melakukan olahraga adalah di pagi hari, karena bisa menurunkan 20 persen berat badan, selain  itu sinar matahari pagi yang baik untuk kesehatan.

4. Bergonta-ganti pasangan

Selain merusak keharmonisan keluarga, bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan intim juga dapat membuat anda beresiko terserang penyakit menular.  Salah satu diantaranya adalah kanker serviks atau kanker leher rahim.

Penyakit kanker jenis  ini disebabkan oleh virus HPV ( Human Papilloma Virus) jenis 16 dan 18.Di luar kedua jenis itu, terdapat HPV lainnya yang dapat menyebabkan penyakit herpes, kutil kelamin, kanker vulva, kanker vagina/penis, dan kanker anal. Penyebaran virus ini sangat mudah dan cepat terutama melalui aktivitas seksual yang bebas dan tidak menetap pada satu pasangan, terlebih jika anda tidak rajin merawat kebersihan dan kesehatan organ intim pasca berhubungan.

6. Pernikahan dan melahirkan di usia dini

Dilansir dari media Inggris The Telegraph, dr. Silvia Francheschi yang memimpin penelitian tentang berhubungan seksual di usia muda dan risiko kanker serviks mengatakan bahwa risiko kanker serviks lebih tinggi pada wanita yang melakukan hubungan seksual pertama mereka di usia 20 tahun ketimbang mereka yang melakukannya di usia 25 tahun.

Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa wanita yang berhubungan seksual terlalu muda memberi virus HPV lebih banyak waktu untuk mengembangkan diri menjadi kanker mematikan.

Selanjutnya dengan melakukan hubungan seksual di bawah usia 20 tahun, berarti ada juga kemungkinan perempuan hamil dan melahirkan pada usia muda. Faktanya, usia wanita melahirkan bayi pertamanya juga menjadi faktor penting terkait risiko kanker serviks.

So ladys, tunggu apa lagi? Mari lawan sebelum terlambat


Penulis : ona mariani
Editor : ABR
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com