Selasa, 18 Juni 2019

Kue Tali-tali Khas Makassar Kian Diminati Jelang Lebaran

3 minggu yang lalu | 2:32 am
Kue Tali-tali Khas Makassar Kian Diminati Jelang Lebaran

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (24/5/2019) – Jelang akhir bulan Ramadan, umat Muslim mulai menyambut hari raya Idul Fitri. Salah satu yang umum dipersiapkan adalah sajian kue kering untuk tamu di hari lebaran.

Tingginya antusiasme masyarakat menyiapkan sajian lebaran, turut dirasakan pengusaha kue tradisional tali-tali di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kue yang juga dikenal dengan nama otere-otere’ ini mulai ramai pemesan seiring dekatnya hari raya.

Muhammad Yusuf, salah satu pengusaha rumahan kue tali-tali di Jalan Masjid Jabal Nur, Kecamatan Makassar, merasakan peningkatan jumlah peminat. Praktis, produksi pun ditambah dari hari-hari biasa.

“Alhamdulillah selama masuk Ramadan, peningkatannya berkisar 30 persen dari hari lain,” kata Yusuf, pemilih usaha CV Ibnu Munsir, Jumat (24/5).

Kue Tali-tali Khas Makassar Kian Diminati Jelang LebaranIDN Times/Aan Pranata
Kue tali-tali atau otere-otere akrab di masyarakat Sulsel. Kue ini terbuat dari bahan yang cukup praktis, yakni adonan tepung terigu dan mentega. Kue digoreng dan dilumui taburan gula hingga menghasilkan perpaduan rasa renyah dan manis.

Muhammad Yusuf mengatakan, kue ini merupakan resep turun-temurun di masyarakat Bugis-Makassar. Dia sendiri mulai memasarkannya sejak tahun 80-an.

“Dulu kita bikin manual. Setelah ada peningkatan, kita adakan mesin pengolahan supaya produksi meningkat dan bisa lebih cepat,” katanya.

Kue Tali-tali Khas Makassar Kian Diminati Jelang LebaranIDN Times/Aan Pranata
Peningkatan produksi kue tali-tali selama Ramadan terlihat dari tingginya penggunaan bahan baku. Yusuf menyebutkan, setiap hari rata-rata dihabiskan 300 kilogram tepung terigu. Jumlah itu meningkat dibandingkan hari lain di luar Ramadan, yang berkisar 150-200 kilogram.

Selain tepung, pembuatan kue ini juga membutuhkan masing-masing 50 kilogram gula pasir dan minyak goreng per hari. Ada sepuluh pekerja yang setiap hari bertugas dalam setiap proses produksi.

Proses pembuatan kue tali-tali cukup sederhana. Awalnya adonan tepung dan mentega dicetak menjadi potongan memanjang. Setelah itu dibentuk jalinan menyerupai tali dengan panjang sekitar 5 centimeter. Proses akhirnya digoreng dan dilumuri gula pasir.

Produksi kue tali-tali, menurut Yusuf, bisa bertahan hingga enam bulan. Orang-orang biasanya menyimpan penganan ini dalam toples sehingga bisa disajikan kepada tamu dalam waktu lama.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com