Selasa, 19 Juni 2018

KPU Sulsel Gagal Capai Target

4 tahun yang lalu | 6:06 pm
KPU Sulsel Gagal Capai Target

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Komisi Pemilihan Umum Sulsel gagal mencapai target partisipasi pemilih minimal 75 persen pada pemilu 2014. Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka penetapan suara pemilu legislatif ditingkat provinsi, jumlah warga yang memberikan hak pilihnya hanya 73,54%.

Kegagalan ini menambah rentetan catatan buruk KPU Sulsel, setelah sebelumnya juga dinilai gagal karena molornya rekapitulasi suara tingkat provinsi.

Dari 6.416.275 jumlah daftar pemilih di Sulsel hanya, 4.718.630 atau 73.54% warga yang memberikan hak suaranya 9 April lalu. Hal ini juga menandakan KPU gagal meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS padahal anggaran sosialisasi yang digunakan mencapai angka miliaran rupiah.

Tingkat partisipasi terendah terjadi di Kota Makassar dengan hanya 4.718.630 warga yang datang ke TPS atau 61,45% dari 6.416.275 jumlah daftar pemilih.

Sementara untuk partisipasi tertinggi terjadi di Kabupaten Bantaeng yang mencapai angka 81,72% pemilih atau 74.459 pengguna hak pilih daru 93.297 daftar pemilih.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Sulsel Mardiana Rusli mengakui capaian target 75% ini tidak tercapai. Menurutnya banyak hal yang membuat terget ini tidak tercapai, salah satunya karena hujan yang turun pada hari pencoblosan.

“Saya kira ini kita patut bersyukur walapun target kita tidak tercapai tatapi animo msyrakat ini terbilang tinggi daripada pemilu 2009, saya kira taerget kita hampir tercapai kan hanya kurang 1,46% itupun terjadi karena adanya beberapa kendala teknis seperti hujan,” ujar Mardiana.

Mardiana menambahkan, penyebab lainnya adalah aturan kali ini yang sangat ketat sehingga tidak ada lagi ruang menggunakan surat suara sisa-sisa untuk dicoblos seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya.

“Terus yang lain yakni undangan pemilih yang tidak sampai, ini kami dapatkan di Kota Makassar padahal mereka ingin memeberikan hak suaranya,” imbuh Mardiana.

Mardiana menjelaskan animo masyrakat tahun ini sangat terasa dibandingkan dengan pemilu 2009 lalu, menurutnya ini terjadi karena berkat kinerka KPU dan berbagai pihak lainnya yang membantu sosialiasi.

“Partisipasi pemilih jangan dijadikan sebagai alat ukur kinerja KPU, saya kira iti hanya saty variabel. Masih banyak variabel lainnya,” tutup Mardiana. (NM)


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com