Jum'at, 23 Juni 2017

Kemenpar Tetapkan 16 Kota Destinasi Mice, Salah Satunya Makassar

1 minggu yang lalu | 9:56 am
Kemenpar Tetapkan 16 Kota Destinasi Mice, Salah Satunya Makassar

Baca Juga

BALI, WARTATIMUR.COM (13/5/2017) – Menpar Arief Yahya makin yakin, MICE (Meeting, Insentive, Convention dan Exhibithion) bakal menjadi primadona ke depan. Potensinya besar dan prospeknya makin moncer ke depan. Indonesia makin diminati dunia internasional untuk menggelar event-eventnya.

“IMF – World Bank Annual Meeting Oktober 2018 adalah bukti konkret. Ini starting point untuk melompat lebih tinggi,” jelas Menteri Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara di Aston Denpasar Hotel & Convention, Bali, pada 11-13 Mei 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Plt Asisten Deputi Strategi Pemasaran Nusantara Hariyanto mengatakan, Kemenpar menetapkan 16 Kota yang siap jual untuk pasar utama aktivitas MICE di tanah air. Hal itu sesuai acuan undang-undang, Industri MICE juga sebagai bagian dari Usaha Pariwisata.

”Oleh karena itu kami akan berkonsentrasi menggarap destinasi MICE. Yang paling terdekat, Kemenpar telah menggecarkan promosi dua event besar di Tahun 2018, yang pertama Asian Games 2018 di Palembang, dan yang kedua Annual Meeting IMF World Bank di Bali,” ujar Esthy Reko Astuti yang diamini Hariyanto seusai acara, Jumat (12/5).

Untuk mensukseskan itu, Hariyanto menjelaskan, dibutuhkan semua unsur Pentahelix untuk menjaring masukan, ide, dan gagasan seputar pengembangan pariwisata MICE. Dan menghasilkan rekomendasi atau pedoman strategi pemasaran pariwisata nusantara yang komprehensif dan aplikatif.

“Oleh karena itu diperlukan wadah yang fokus untuk mengelola kegiatan tersebut sehingga mampu mendatangan wisatawan kelas atas dalam jumlah yang banyak,” tuturnya.

Esthy menjelaskan, selain Bali, Indonesia masih memiliki sedikitnya 15 kota lagi yang memenuhi standar internasional untuk menggelar MICE. Yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, Padang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Manado, Solo, Lombok, Bintan, Palembang dan Balikpapan.

Urusan kualitas, tidak perlu khawatir. Berbagai hotel di Indonesia juga banyak dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia sehingga semakin meyakinkan Indonesia sebagai host yang tepat untuk menyelenggarakan berbagai event berskala internasional.

Di Annual Meeting IMF World Bank 2018, lebih dari 13.000 orang dari 189 negara akan hadir pada acara tahunan tersebut, termasuk di antaranya delegasi kenegaraan, observer, akademisi, jurnalis, dan perwakilan NGO. Keseluruhannya, tidak kurang dari 30.000 orang diperkirakan bakal mengunjungi Bali pada Oktober 2018 sebagai bagian dari kegiatan ini.

“IMF Wolrd Bank juga kita siapkan infrastruktur, hal itu untuk mengurai kemacetan di Bali, seperti pembangunan fly over atau underpass terutama saat keluar tol Benoa ini akan dimulai pada tahun 2017,” ujarnya.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com