Sabtu, 26 Mei 2018

Kelangkaan Pupuk di Bone Bukan Soal Distributor

3 tahun yang lalu | 12:34 pm

Baca Juga

BONE, WARTATIMUR.COM – Pihak distributor pupuk dan dosen pertanian di Bone mengkritisi pernyataan Bupati Bone, H. A. Fashar M. Padjalangi, yang akan menambah distributor pupuk bersubsidi, sebagai langkah mengantisipasi kelangkaan pupuk bersubsidi di Bone.

Yasir Mahmud, Direktur PT Ta’Disangka salah satu distibutor pupuk di Bone mengungkapkan, masalah kelangkaan pupuk di Bumi Arung Palakka itu bukan karena minimnya distributor, melainkan karena kuota pupuk bersubsidi dari produsen untuk provinsi memang dikurangi.

“Masalahnya bukan di distributornya, tapi masalah pokok ada di alokasi tahunan yang sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan rill petani. Ditambah 100 distributor pun tetap kondisi seperti ini. Coba kalau alokasi ada, dan Petrokimia mau siapkan stoknya, saya siap tebus semua dan disalurkan ke petani,” ungkap Yasir di Jakarta, Rabu (11/6)

Senada, dosen Pertanian di salah satu perguruan tinggi pertanian Politani Pangkep, Andi Yuslim Patawari, mengungkapkan bahwa masalah kekurangan pupuk terjadi karena rendahnya alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2014 diibanding tahun 2013 di Kabupaten Bone yang mengalami kekurangan alokasi sebesar 45%.

“Contohnya pupuk urea tahun lalu Bone mendapat 32.000 ton setahun dan sesuai SK bupati yang telah ditandatangani oleh pak bupati alokasinya tinggal 17.000 ton setahun. Pertanyaannya sekarang apa benar bupati hanya mengalokasikan 17.000 ton?. Kita bisa bayangkan 32.000 ton di tahun 2013 itu pas-pasan, malah di tahun 2014 dikurangi jadi 17.000 ton,” jelas Andi Yuslim.

Tambahnya, kalau SK bupati yang dikeluarkan diteliti baik-baik, hanya 17.000 ton. Jika demikian, berarti pihak petanilah yang jadi korban, masyarakat yang membutuhkan pupuk jadi kewalahan mendapatkan pupuk.

“Biar 100-1000 distributor sama saja gak ada arti karena pupuk itu berdasarkan kuota yang diusulkan kepala daerah. Bupati menyurat ke Gubernur, lalu ke Mentan dan urusan distribusi ada regulasinya. Jadi saya pikir bukan di distributor persoalannya. Lain hal kalau ada pupuk distributor tidak salurkan itu persoalan lain,” pungkas Andi Yuslim. (rmol)


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com