Minggu, 21 Juli 2019

JLO Fair Diharapkan Jadi Agen Budaya Pemuda

3 tahun yang lalu | 5:54 pm
JLO Fair Diharapkan Jadi Agen Budaya Pemuda

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (23/8/2015) – Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI mengharapkan agar kegiatan Japan Lovers Communitty (JLO) fair tersebut bisa menjadi agen budaya bagi pemuda dimasa kini.

“Kita sendiri di Makassar tidak bisa dipisahkan dengan budaya Japan, meski banyak hal yang sudah dilakukan orang Japan di masa lalu, namun kebudayaannya masih melekat,” ujarnya di Balai Kota Makassar, Sabtu.

Menurut dia, JLO adalah komunitas anak muda yang bisa menjadi agen keberlangusungan budaya lokal, khas makassar tentu dengan mengabungkan budaya Japan dan makassar sebagai bentuk kolaborasi itu sangat tepat.

“Japan adalah negara kedua yang memberikan konstribusi ekonomi dan investasi di Makassar yang cukup besar, sehingga hubungan ini harus terus di pererat termasuk budayanya. Sifat dari Bugis-Makasar tentu punya hubungan strategis dengan orang Japan,” paparnya.

Pria yang juga menjabat ketua PMI Makassar ini menuturkan karakter orang Japan tentnya menurunkan kultur budaya yang baik dinegaranya dan mengikat.

“Makassar punya hubungan historis dengan Japan dan memiliki prospek kerjasama di beberapa bidang. Dengan kegiatan ini diyakini sebagai bentuk sosialnya. Diharapkan ke depan akan terus terjalin hubungan ini melalui kultur budaya,” harap Deng Ical disapa akrab itu.

Perwakilan Japan, Haruka Abe mengatakan senang dengan kolaborasi perpaduan busana Baju Bodo yang dia kenakan bersama rekannya Shunsaku Niwa mengenakan jas tutup dan songkok Bone khas Bugis-Makassar.

“Saya sangat senang sekali budaya di Makassar, Indonesia ini sangat luar biasa. Kalau ada kesempatan saya akan pakai lagi karena kelihatan saya bercahaya, orang disini ramah-ramah” ujar tenaga pengajar dari JICA Foundation itu usai tampil dalam kegiatan tersebut.

Sedangkan Shunsaku Niwa mengatakan sangat tertarik dengan budaya lokal Bugis-Makasar. Dirinya mengakui ada kesamaan di negaranya dalam hal pengunaan kostum dan pagelaran budaya lainnya.

“Pakaian ini lebih dingin, meski sedikit sudah tapi saya pakai seperti orang bangsawan atau orang terkenal. Saya berharap kolaborasi ini bisa terus berjalan,” katanya dengan bahasa Indonesia tidak begitu fasih.

Sementara Ketua JLO Andi Yusro Patawari pada kesempatan itu menambahkan, selain kolaborasi pakaian adat budaya Bugis-Makassar,Indonesia dan Yukata dari Japan, juga dilombakan baca aksara Lontara dari Makassar dan baca Kana asal Japan.

Selain itu JLO fair juga membuka stan makanan khas Japan dan Makassar, stan baju Yukata Japan dan Baju Bodo serta jas tutup termasuk stan origami. Bahkan permaian tempo dulu juga dihadirkan pada kegiatan itu yang berlangsung 22-23 Agustus 2015.

“Kami berharap kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat khususnya pemuda bisa memberikan sumbangsihnya untuk memelihara terus kultur budaya kita,” tambahnya. (*)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com