Jum'at, 21 September 2018

IPMIL: Pembentukan Luwu Tengah Harga Mati

4 tahun yang lalu | 11:54 am
IPMIL: Pembentukan Luwu Tengah Harga Mati

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) dari berbagai kampus mendatangi Gedung DPRD Sulsel dan Kantor Gubernuran dalam rangka menyuarakan pembentukan Luwu Tengah (12/11/13).

Berbagai hiruk pikuk tentang wacana pemekaran Walmas, menjadi satu daerah otonomi di Luwu Raya, yakni Kabupaten Luwu Tengah, sudah di gaungkan sejal lama. Namun, hasilnya hanya diberi janji palsu oleh pemerintah dan DPR.

“Wajar saja ketilka riak-riakan yang berujung anarkis dan kerusuhan dikarenakan masyarakat jenuh dan bosan dengan janji-janji muluk para elit yang hanya memanfaatkan keinginan warganya menjadi sebuah investasi politik,” ujar Syarif yang bertindak sebagai Koorwil IPMIL.

Dalam orasinya, Aliansi Mahasiswa Luwu Raya menyuarakan bahwa apa yang mereka lakukan
adalah harga mati untuk Luwu Tengah. Gerakan teman-teman mahasiswa setahun yang lalu
telah melahirkan kesepakatan antara Pemerintah, DPR, mahasiswa, dan masyarakat.

Ketua Korwil IPMIL UMI, Syarif, mengatakan, Aliansi Mahasiswa Luwu Raya meminta DPRD Provinsi agar serius dalam mengawal pembentukan Luwu Tengah, serta meminta pertanggungjawaban Gubernur Sulsel atas tidak masuknya Walmas dalam daerah otonom.

“Hal inilah yang mendasari kita. Ingin mengahiri semua cerita ini dan menjadi sebuah
kemenangan akan hasil dari perjuangan panjang masyarakat Walmas dan Luwu Raya pada
umumnya,” tutupnya. (Yayat)


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com