Rabu, 22 November 2017

Ini Dampak Buruk Jika RUU Pilkada Disahkan

3 tahun yang lalu | 1:38 pm
Ini Dampak Buruk Jika RUU Pilkada Disahkan

Baca juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Pengamat hukum tata negara Sulawesi Selatan, Wiwin Suwandi, saat menghadiri diskusi IDEC bertajuk “Tirani Demokrasi RUU Pilkada”, di kantor IDEC, jalan Perintis Kemerdekaan, jum’at (12/9), menjelaskan setidaknya ada tiga dampak buruk yang akan muncul jika RUU Pilkada disahkan.

Seperti diketahui, dalam pembahasan RUU Pilkada, salah satu poin yang menjadi polemik adalah dikembalikannya mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Wiwn Suwandi mengungkapan, jika RUU Pilkada disahkan, maka kepala daerah yang dipilih oleh anggota DPRD akan dianggap abdi anggota DPRD, bukan abdi rakyat. Hal ini menyebabkan tanggung jawab kepala daerah terbatas kepada DPRD karena tidak adanya kontrak sosial dan politik dengan rakyat.

Selain itu, hubungan emosional antara kepala daerah dan rakyat akan semakin jauh. Hal tersebut karena mandat jabatan kepala daerah diberikan oleh DPRD, bukan dari aspirasi langsung rakyat. “Kalau dengan pemilihan langsung saja kepala daerah dan rakyat berjarak, apalagi kalau dengan pemilihan tidak langsung,” ujar mantan Sekertaris Pribadi Abraham Samad ini.

Lanjut Wiwin, politik transaksional yang selama ini menjadi salah satu alasan RUU Pilkada diusulkan, justru akan semakin besar jika rancangan undang-undang ini disahkan. Hal tersebut karena sistem ini memungkinkan kandidat untuk melakukan lobi (transaksi politik) dengan anggota DPRD yang akan memilihnya.

Dari sisi aturan, UU MD3 tidak dapat dijadikan rujukan untuk mengesahkan RUU Pilkada seperti yang dikatakan fraksi pendukung RUU ini. Pasalnya tidak ada klausul dalam undang-undang tersebut yang menyebutkan kepada daerah dipilih oleh anggota DPRD.

Sebelumnya, sejumlah kepala daerah seperti Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dan Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) menyatakan dengan tegas menolak pengesahan RUU Pilkada. Sikap penolakan juga datang dari kepala daerah yang diusung oleh parpol pendukung RUU Pilkada, seperti Ridwan Kamil dan Basuki Tjahya Purnama. (NM)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com