Minggu, 12 Juli 2020

Indonesia, antara China dan Corona

5 bulan yang lalu | 4:55 pm
Indonesia, antara China dan Corona

Baca juga

Wartatimur.com-Dunia tengah digemparkan dengan persebaran virus yang berasal dari pasar laut Wuhan- China, yang dikenal secara ilegal menjual satwa liar guna dikonsumsi.

Virus yang mutasinya dapat menyebabkan penyakit SARS (savere acute respirasitory syndrome) dan MERS (Middle East respiratory syndrome coronavirus) ini pada dasarnya menyerang saluran pernafasan yang mana gejala awalnya mirip dengan infeksi virus influenza.

Coronavirus jenis baru yang yang persebarannya diketahui pada 2019 lalu  yang kemudian dikenal dengan nama  lengkap Novel Corona virus ( 2019-nCoV)ini diduga kuat ditularkan melalui hewan seperti kelelawar dan ular yang kemudian dikonsumsi oleh manusia.

Adapun sejarah penemuan virus ini sebenarnya telah ditemukan dan diisolasi pertama kali pada  tahun 1965  silam dari cairan hidung seorang anak yang menampakan gejala pilek (common cold), yang biasanya disebabkan oleh infeksi Rhinovirus atau virus Influenza.

Persebarannya yang mudah antara manusia melalui udara seperti  bersin, percikan ludah, kontak selaput lendir dan darah, menyebabkan virus ini sangat cepat menyebar.

Tercatat setidaknya ada 2.935 kasus dan 106 jiwa meninggal dunia di China Akibat wabah Corona, yang diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Antisipasi Corona di Indonesia

Sebagai negara yang menjadi tujuan wisata dan bisnis, Badan Pusat Statistik ( BPS) Indonesia mencatat setidaknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari-November 2019 mencapainya 14,92 juta kunjungan, meningkat 3,55 persen dari 2018 yang tercatat 14,4 juta kunjungan

Selanjutnya BPS juga mengkategorikan wisatawan menurut negara asal, yang mana menunjukkan bahwa  China masuk dalam tiga besar kunjungan terbanyak di Indonesia yakni sebanyak 1,92 juta jiwa atau setara dengan 12,87 persen.

Melihat fakta  tersebut serta dalam rangka pengendalian virus yang kemungkinan besar dapat dibawa oleh wisatawan mancanegara, pemerintah  memberlakukan pemeriksaan  ketat pada seluruh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia terlebih ketika wisatawan tersebut berasal dari China atau pun memiliki riwayat perjalanan dari China sebagai respon dalam pencegahan penyebaran virus Corona di Indonesia.

Alat pendeteksi  suhu tubuh atau Thermo scanner, masker, pemberian vaksin PVC dan Healt alert card kini menjadi perlengkapan penting bagi siapapun yang akan keluar- masuk di sejumlah bandara di Indonesia. Di samping itu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga menerbitkan surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota,RS rujukan, KKP untuk meningkatkan kewaspadaan serta sosialisasi hidup sehat kepada masyarakat melalui berbagai media.

Kerjasama antara negara dengan membatasi jumlah pengunjung, pembatasan perjalanan Ke luar negeri , peningkatan pelayanan kesehatan pun dilakukan untuk melawan Coronavirus.

 

China dan Corona

Penolakan masyarakat Sumatera Barat yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Forum Masyarakat Minangkabau terhadap  wisatawan  China di  Sumatera yang mana berujung pada desakan untuk mempercepat pemulangan 150  wisatawan  karena khawatir akan terjangkit virus Corona memperlihatkan bahwa adanya ketidaknyamanan masyarakat terhadap kedatangan turis China yang dinilai sebagai pemicu utama persebaran virus.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Bukittinggi pada 26 Januari  bahkan juga melarang wisatawan untuk keluar dari hotel untuk berkunjung ke beberapa  tempat wisata di Bukittinggi meskipun sebelumnya 150 wisatawan ini telah dinyatakan negatif dari Corona dalam pemeriksaan di bandara.

Kekhawatiran  terkait persebaran virus Corona yang semakin meluas dan jumlah korban yang terus bertambah harus menjadi perhatian karena  dapat berpotensi  menimbulkan rasisme di antara masyarakat, mengingat sentimen terhadap Tionghoa di Indonesia masih menjadi konflik laten yang sering muncul di permukaan oleh sebab apapun.

Penolakan terhadap sejumlah wisatawan yang berasal dari negara yang kemungkinan besar terjangkit virus seperti halnya China, harus tetap memperhatikan prosedur yang ada serta alasan yang berdasar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Pemahaman terkait pola hidup sehat dengan mencuci tangan , konsumsi makanan sehat dan menggunakan masker ketika berpergian sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan merupakan langkah pertama yang dapat ditempuh untuk ini. Menyadarkan bahwa virus pada dasarnya dapat  menyerang siapapun dan dimana pun bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah dan meninggalkan pola hidup sehat.

 

 


Penulis : ona mariani
Editor : ABR
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com