Kamis, 19 Oktober 2017

Idham Ibrahim: Kita akan Memilih Bupati Bukan Pendeta atau Ustad

1 tahun yang lalu | 11:46 am
Idham Ibrahim: Kita akan Memilih Bupati Bukan Pendeta atau Ustad

Baca Juga

Morowali Utara, Wartatimur.com (2/12/2015) – Calon bupati morowali utara, Idham Ibrahim menjawab dengan santai atas ramainya berbagai isue yang mengaitkan pemilihan bupati dengan alasan yang berhubungan dengan keyakinan. Menurut kandidat nomor urut 4 ini, ‘pemilihan bupati tidak ada hubunganya dengan faktor keyakinan setiap orang, karena yang dipilih adalah bupati dan wakil bupati yang memiliki tugas mengelola tata pemerintahan bukan ustad atau pendeta’, ungkap Idham.

Lebih jauh, Idham Ibrahim menegaskan bahwa cara berpikir yang berusaha memecah belah berdasarkan agama dan suku adalah cara berpikir primordial dan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman dan cenderung berbahaya. Kandidat yang dikenal dengan ikon pejuang pemekaran ini melanjutkan, biasanya kandidat yang diserang oleh faktor agama, suku, adalah kandidat yang akan menang.

‘‘Anda bisa lihat  di pilkada Jakarta ketika jokowi dan Ahok menjadi calon gubernur mereka diserang oleh isue bukan betawi, dan bukan muslim, hasilnya mereka menang mutlak. Lebih lanjut idham ibrahim, menjelaskan jangan menilai rakyat morowali  utara begitu bodoh dengan berbagai isue murahan seperti itu.

Pada saat kita berjuang bagi pemekaran dahulu, semua elemen masyarakat ikut berjuang tidak peduli Muslim, Kristen atau Hindu. Tidak juga, ada istilah Mori, Bugis, Jawa atau Bali. Semua elemen bersama-sama berjuang, maka jika kini ada yang membawa isue seperti itu mereka pasti bukan orang-orang yang berjuang bagi daerah ini.

Demikian pula, ada isue yang kini menyerang pribadi saya katanya selama menjabat menjadi kepala pelabuhan tidak transparan bagi setoran  daerah. Saya hanya bisa tersenyum menjawab isue seperti ini, perlu saya sampaikan pertama dalam pemerintahan itu ada mekanisme pengawasan dan kami diawasi oleh inspektorat direktorat kementerian perhubungan laut dimana mekanisme alur setoran tidak berhubungan dengan kas pemerintah daerah namun langsung disetorkan ke kas negara, jadi tidak ada hubunganya dengan pemerintahan daerah.

Selama ini pula, inspektorat tidak pernah menyampaikan terdapat temuan, bahkan kami mendapatkan penilaian postif akan kinerja kami. Jujur, sebelum saya menjadi kandidat saya sudah bercermin diri apakah saya layak dan bersih sebelum menjadi calon? Karena jika saya memiliki beban masa lalu, maka rakyat bukan akan mendukung namun mencibir.

Kedua, kembali saya tegaskan pelabuhan itu berada dibawah kendali kementerian perhubungan artinya status garis kordinasinya ke pemerintah pusat dan tidak ada hubunganya dengan urusan daerah. Saya berharap marilah kita memberikan pendidikan politik yang baik bagi rakyat bukan membodohi rakyat, saya yakin rakyat morowali utara terlalu cerdas untuk dibodoh-bodohi, tutup Idham Ibrahim.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com