Selasa, 25 Juli 2017

IDEC ; Pilkada Takalar, Mencari Penantang?

1 tahun yang lalu | 11:11 am
IDEC ; Pilkada Takalar, Mencari Penantang?

Baca Juga

Wartatimur.com- Beberapa lembaga survei telah merilis survei mereka atas pemilihan kepala daerah kabupaten takalar, yang kemungkinan besar akan berlangsung pada februari 2017 nanti.

Hasilnya, dari sejumlah hasil survei memang menempatkan kandidat petahana H. Burhanuddin Baharuddin (H. Bur)  sebagai calon dengan elektabilitas tertinggi, mengungguli hampir semua kandidat penantang.

Adapun, kader PKS Sulsel, Syamsari Kitta berada di posisi kedua yang diprediksi akan menjadi pesaing bagi H. Bur, sementara sejumlah nama lainya masih berada pada posisi papan bawah dengan elektabilitas dibawah 5%.

IDEC ; Pilbub Takalar mencari penantang

Dengan hasil survei seperti ini, “apalagi jarak waktu pemilihan yang tinggal berkisar enam bulan, maka akan sangat sulit bagi kandidat penantang untuk mengalahkan kandidat petahana”, terang Rahmad M. Arsyad direktur riset Indonesia Development Engineering Consultant (IDEC).

Namun, jika melihat  data sejumlah hasil survei yang ada, jika benar bahwa  elektabilitas H. Bur, baru diangka 21,2% , maka posisi tersebut belumlah angka yang tergolong aman bagi kandidat petahana.

“Dari pengalaman kami, jika kecenderungan kandidat incumbent masih dibawah 45% maka potensi bagi penantang untuk melakukan perlawanan masih terbuka, namun dengan beberapa catatan penting”, jelas Rahmad.

Adapun beberapa catatan penting itu. Pertama, penantang harus mampu mendorong isu perubahan yang lebih besar dan massif, dibandingkan potret keberhasilan yang hampir pasti menjadi frame kampanye kandidat petahana.

Kedua, rata-rata interval pencapaian kenaikan elektabilitas tertinggi, untuk pasangan calon didalam pilkada  berkisar diangka 2-2,5 % perbulan. Untuk mencapai ini, pasangan kandidat penantang harus memiliki tingkat mobilisasi yang tinggi untuk melakukan sosialisasi kepada pemilih, apalagi berhadapan dengan kandidat incumbent.

Ketiga, konsolidasi penantang. Dari hasil kajian IDEC, pada 5 tahun lalu atas pilkada takalar menunjukan bahwa salah satu faktor yang menentukan di kabupaten takalar adalah soal hubungan ‘patron klien’, dimana ini juga menjadi faktor yang cukup menentukan selain soal popularitas dan marketing program kandidat.

Jadi, “jika pada akhirnya calon penantang dalam pilkada takalar tidak cermat dan formasi klien yang ada cenderung terpecah atau tidak terkonsolidasi bagi kandidat penantang, maka potensi kemenangan bagi kandidat petahana akan lebih besar dibandingkan para penantangnya”, tutup Rahmad M. Arsyad.


Penulis : ABR
Editor : ABR
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com