Jum'at, 21 September 2018

Harta Karun dari Pulau Cangke

3 tahun yang lalu | 12:28 pm
Harta Karun dari Pulau Cangke

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (3/6/2015) – Perairannya dangkal berwarna biru jernih, penuh dengan biota laut yang indah, dan kaya akan cerita kehidupan yang sangat berharga, semuanya hanya ada di Pulau Cangke.

Berawal dari informasi wisata dengan sebuah foto yang menggambarkan keindahan Pulau Cangke, akhirnya timbul keinginan besar untuk mengunjungi lokasi yang kabarnya dihuni pasangan romantis Romeo dan Juliet selama puluhan tahun.

Cerita Keindahan Pulau
Pulau Cangke, pulau kecil yang dikelilingi lautan lepas, menyimpan banyak cerita bagi siapa saja yang mengunjunginya. Lokasinya dapat dijangkau dengan menggunakan perahu bermesin dari pelabuhan tradisional Paotere. Biaya sewa perahu berkisar 700 ribu hingga 1 juta rupiah untuk pulang pergi dan 1 juta rupiah itu including one night stay in the island. Kapasitas perahu dapat menampung hingga 30 penumpang.

Selain lewat Pelabuhan Paotere kota Makassar, pengunjung juga bisa menempuh jalur melalui Dermaga Labakkang. Biaya sewa kapal untuk menyeberang ke Pulau Cangke hanya sekitar 500 ribu rupiah untuk pulang pergi.

Ketika tiba di Pulau Cangke, berbagai bentuk dan warna terumbu karang serta ikan-ikan yang tak kalah menariknya asyik ‘bermain’ di laut biru. Demikian pula pasir putih yang indah terhampar di atas area seluas 10 kilometer persegi, plus pemandangan langsung penyu-penyu yang bertelur bisa disaksikan secara live.

Cerita Perjuangan Berbalut Romantisme
Ada banyak jalan dan cara untuk menghadirkan ambience romantis dengan pasangan. Salah satunya mungkin saja lokasi wisata ini bisa menjadi pilihan berlibur untuk menggali inspirasi tentang kesetiaan kasih sayang, perhatian dan cinta sejati.

Pasalnya, pulau ini dihuni oleh sepasang insan yang saling mencintai dalam suka duka. Daeng Abu dan Maidah, demikian nama mereka. Keberadaan mereka di Pulau Cangke diawali ketika Dg. Abu menderita penyakit kusta. Tak ayal lagi, pria asal Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel, ini pun lantas dikucilkan masyarakat.

Akhirnya Pulau Cangke menjadi pilihan mereka berdua untuk mengasingkan diri. Maidah, sang istri, tetap setia mendampingi Dg. Abu melewati masa-masa sulit saat itu. Ketika pindah ke Pulau Cangke, usia Dg. Abu masih sekitar 20-an tahun.

Mereka tidak hanya berjuang menjaga cinta hingga beranak cucu di Pulau Cangke. Bahu membahu mereka juga berjuang dengan tekun, teguh dan tulus menjaga dan merawat pulau ini agar tetap lestari. Pulau yang dulu kering kerontang, berhasil diubah pasangan ini menjadi hijau dan subur. Perjuangan selama 40 tahun tersebut akhirnya membuahkan hasil yang menakjubkan.

Kini penglihatan Dg. Abu sudah sangat berkurang, namun sang istri tetap setia menemani, menyayangi, merawat dan melayaninya dengan tulus. This humble couple still live together until now. Sangat menginspirasi!

Harta Karun
Menyaksikan sunset di pulau ini pada sore hari sangat menarik. Sedangkan pada malam hari, pengunjung bisa menikmati indahnya bulan di atas lautan.
Sayangnya Pulau Cangke belum didukung penuh dengan fasilitas seperti listrik, hotel, rumah makan dan air bersih. Jadi Anda sebaiknya menyiapkan segala keperluan sendiri. Tenda, air bersih, dan beberapa keperluan lainnya bisa Anda persiapkan.

Tapi jangan salah, sebab di pulau ini tersedia sejumlah gazebo sebagai tempat berisitirahat para pengunjung. Fasilitas toilet juga ada. Kepanasan? Jangan takut. Pulau ini lebat oleh pepohonan yang membuatnya seperti sebuah hutan kecil. (NM)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com