Senin, 22 Oktober 2018

Habibie Cari Sanggara’, Bandang, dan Burasa’

4 tahun yang lalu | 3:49 pm
Habibie Cari Sanggara’, Bandang, dan Burasa’

Baca Juga

PAREPARE, WARTATIMUR.COM – Seperti pepatah, ingatan BJ Habibie terhadap kota kelahirannya, Parepare, rupanya tak lekang oleh waktu. Layaknya kekasih yang telah lama ditinggal jauh, sesekali Parepare terlintar dalam benak mantan Presiden Republik Indonesia ketiga itu.

Setidaknya, inilah yang tergambar di awal pertemuan Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe dengan BJ Habibie, di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa malam, 25 Maret.

Habibie tak hanya rindu dengan masyarakat Parepare, tetapi juga makanan dan penganan khas Bugis kesukannya. Ia juga dengan jelas mengingat setiap sudut Kota Parepare, utamanya tempat ia dilahirkan di sisi barat Lapangan Andi Makkasau.

Kedatangan Taufan ke kediaman BJ Habibie adalah untuk mengkomunikasikan rencana pendirian Institut Teknologi BJ Habibie di Kota Parepare. Taufan datang bersama anggota tim penyusun proposal pendirian Institut Teknologi BJ Habibie. Salah satunya, Prof Dr HM. Siri Dangnga MS.

Sesuai janji yang dibuat dengan Andi Makmur Makka, pengurus The Habibie Centre, sekaligus orang kepercayaan BJ Habibie, rombongan Pemerintah Kota Parepare diterima pukul 17.00 waktu Jakarta.

Hanya saja, pertemuan dengan BJ Habibie tak berjalan sesuai rencana. Karena tamu begitu banyak, oleh Bapak Andi Makmur Makka, rombongan Wali Kota Parepare dipersilakan menunggu di ruang tamu bagian depan.

Selain rombangan Parepare, di luar pekarangan juga terlihat beberapa tamu lain yang hendak bertemu mantan presiden kelahiran Parepare ini. Di luar itu, di jalan depan kediamanan Habibie, tampak jejeran puluhan mobil yang juga hendak bertemu Habibie.

Karena waktu telah memasuki shalat Magrib, rombongan Pemerintah Kota Parepare terlebih dahulu melaksanakan shalat Magrib berjamaah di musholah, terletak di lantai dua sisi sebelah kanan dari bangunan utama kediaman BJ Habibie.

Tepat pukul 17.45 waktu Jakarta, Wali Kota Parepare dan anggota tim diterima oleh Bj Habibie di perpustakaan pribadinya yang luas dan dipenuhi buku-buku penting dari berbagai penjuru dunia.

Habibie menyambut Wali Kota Parepare dan rombongan dengan hangat dan senyum lebar. Ia langsung menanyakan kabar Labukkang (Kelurahan Labukkang,red), tempat ia dilahirkan dan menghabiskan masa kecilnya.

Dari roman mukanya terlihat kerinduan yang sangat kepada Kota Parepare dan masyarakanya. “Bagaimana kabar Labukkang,” kata Habibie yang kini telah berusia 78 tahun.

Pertanyaan ini langsung mencairkan suasana. Ia pun langsung bercerita tentang masa kecilnya di Parepare, dan obsesi-obsesinya tentang kota kelahirannya itu. Tak lupa, ia menyatakan kerinduannya pada penganan khas Bugis, seperti Sanggara, Bandang dan Burasa.

“Sudah lama sekali yah saya ke Parepare. Terakhir tahun 2008, sudah delapan tahun,” kata Habibie, sedikit menerawang.

“Khan memang manusia itu kalau dia tua kembali kesenangannya waktu masih muda, masih bayi. Saya ini Ogi (Bugis,red) dan dibesarkan dalam cara Bugis,” terang dia.

Habibie bercerita, kolega dan sejumlah kerabatnya rupanya telah mahfum dengan makanan kesukaannya. Sesekali mereka membawakan makanan khas Bugis sebagai buah tangan.

“Seperti hari ini saya terima tamu, dokter Marsan, Ketua IDI, dia bawa anaknya Hasan. Dia tamatan ITB, usia 21 tahun. Terus mau ke Jerman, cita-citanya S3 di Acher (Jerman). Dia datang ke saya bawakan coto makassar dan burasa, dia tahu (dirinya senang makanan Sulsel), tadi saya makan bersama di sini,” kata Habibie sambil tertawa. (NR)


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com