Minggu, 25 Agustus 2019

Explore Pulau Lae-lae, Ratusan Peserta Ramaikan Jambore Fotografi

3 minggu yang lalu | 4:22 am
Explore Pulau Lae-lae, Ratusan Peserta Ramaikan Jambore Fotografi

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (19/7/2019) – Pulau Lae-Lae merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang wajib dikunjungi di Kota Makassar. Pulau ini didaulat sebagai lokasi kegiatan jambore fotografi yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kota Makassar, Muh Dasysyara Dahyar mengatakan, pulau ini sengaja dipilih sebagai lokasi lomba lantaran foto yang dihasilkan akan memiliki nilai historis.

Dimana rencana pembangunan Center Point of Indonesia (CPI) oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar itu akan merubah perwajahan Pulau Lae-lae.

“Yang menarik adalah value yang dihasilkan di Pulau Lae-lae itu akan memiliki nilai historis yang besar, karena bagian dari perencanaan CPI melibatkan pulau itu, dan bisa jadi untuk tahun ini wajah Pulau Lae-lae yang terakhir sebab bisa jadi akan ada perubahan yang sangat besar di wajah Pulau Lae-lae,” jelas Dee, sapaan akrab Dasysyara Dahyar.

Khusus tahun ini, kata Dee, pihaknya sengaja memilih pulau sebagai jambore mengingat salah satu fokus Dinas Pariwisata yakni mengembangkan potensi wisata bahari. Sehingga, diharapkan kegiatan ini bisa mempromosikan keindahan pulau-pulau yang ada di Kota Makassar, khususnya Pulau Lae-lae.

“Tahun ini memang kita fokusnya pulau karena wisata bahari ingin kembali kita tonjolkan,” ucapnya.

Diakui Dee, antusias masyarakat untuk kegiatan ini sangat besar. Tercatat sudah ada kurang lebih 300 peserta yang mendaftar, tidak hanya dari fotografer dari Sulawesi Selatan, melainkan juga dari luar provinsi, seperti Sulawesi Barat dan Pulau Jawa.

Meski begitu, jumlah ini akan terus meningkat mengingat pihak panitia masih membuka pendaftaran peserta dihari pertama kegiatan ini digelar atau on the spot.

“Acaranya kan mulai Sabtu 20 Juli sampai Minggu 21 Juli, tapi kita masih buka pendaftaran sampai besok,” tuturnya.

Kegiatan ini juga betujuan untuk meningkatkan potensi industri kreatif dibidang fotografi. Ada beberapa kategori lomba yang bisa diikuti para peserta. Seperti, fashion, budaya, landscape, dan human interest. Dimana, para peserta bebas menggunakan jenis kamera apapun, kecuali handphone.

Menariknya, lanjut Dee, dalam kegiatan Jambore Fotogafi ini para peserta diminta untuk membawa tumbler. Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap gerakan pengurangan sampah plastik.

“Kalau ada event kan identik dengan sampah khususnya sampah plastik, nah disini kita konsepnya ramah lingkungan jadi para peserta diwajibkan membawa tumbler,” ujarnya.

Bahkan, dihari terakhir pelaksanaan para peserta diminta untuk keliling pulau untuk mencari spot foto yang menarik sambil memungut sampah yang berserakan dan mengganggu keindahan pulau.

Kata dia, ada beberapa indikator penilaian dalam kegiatan ini. Diantaranya, exposure, komposisi, estetika, dan dapat menjadi bahan promosi pariwisata. Juri yang dihadirkan lun juga tidak main-main, sebab melibatkan Federasi Fotografi Sulawesi Selatan dan fotografer profesional.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com