Selasa, 23 Oktober 2018

Eka Tewas Dibantai, LBH: Karena Polisi Lamban Bertindak

4 tahun yang lalu | 10:55 am
Eka Tewas Dibantai, LBH: Karena Polisi Lamban Bertindak

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Senin (16/6) lalu, Eka Indriani (24) tewas dibantai di dalam rumahnya sendiri. Empat orang pelaku yang membunuh Eka dikenal sebagai musuh Biding, suaminya. Biding sendiri adalah anggota geng Kapak 21. Sadisnya, Eka dibunuh di depan anaknya yang berusia 6 tahun dan seorang bayi berusia 3 bulan.

Kasus pembunuhan ini menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena kesadisan 4 pelaku, namun juga karena respon yang lambat dari pihak kepolisian.

Sebelum tewas, Eka dan Biding sempat melapor ke melapor ke Polsekta Tamalanrea dengan nomor LP No : 891/VI/2014/Tamalanrea Restabes Mks. Keduanya datang melapor pada Minggu (14/6/2014) dini hari lalu terkait ancaman pembunuhan yang dilakukan Icca.

Meski telah menerima laporan, namun aparat kepolisian tidak melakukan tindakan apa-apa hingga Eka tewas dibantai di dalam rumahnya sendiri.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menilai, kinerja kepolisian di Sulawesi Selatan-Barat (Sulselbar), terutama di Makassar harus dievaluasi. Polisi dinilai telah mengabaikan laporan masyarakat hingga pelapor menjadi korban pembunuhan.

“Saya kira ini bukti kelambanan polisi, dimana seolah-olah menyepelekan laporan warga. Seharusnya, siapa pun yang meminta perlindungan atau melaporkan dugaan adanya kejahatan atau rencana kejahatan, harus ditindalanjuti,” kata Direktur LBH Makassar, Abd Azis kepada wartawan, Sabtu (21/6).

Menurut Azis, hal tersebut merupakan bagian dari sistem kerja kepolisian dalam mencegah terjadinya kejahatan. Tugas utama dan umum polisi adalah sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.

“Perlu evaluasi kinerja kepolisian di Sulselbar, terutama di Makassar. Dari dulu selalu kami katakan (polisi berada) di tengah ketidakmampuan dalam penanganan beberapa kasus yang mandek dan tidak diusut. Belum lagi ketidakmampuan mendeteksi dini dan mencegah terjadinya kejahatan,” jelasnya. (rmol)


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com