Minggu, 25 Agustus 2019

DLH Dorong Peningkatan Kualitas Nasabah Bank Sampah

3 minggu yang lalu | 1:41 am
DLH Dorong Peningkatan Kualitas Nasabah Bank Sampah

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (20/7/2019) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menggelar pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) tentang quality control barang pilahan sampah di Warkop Aleta, Sabtu (20/07/2019).

Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini diikuti oleh seluruh nasabah bank sampah, mulai dari pegawai UPT Bank Sampah, Bank Sampah Unit (BSU), Bank Sampah Sekolah, Bank Sampah Sektoral (BSS), hingga Bank Sampah SKPD atau lembaga.

Sekretaris DLH Kota Makassar, Andi Iskandar kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi atau pengetahuan kepada seluruh nasabah bank sampah dalam hal melakukan kegiatan pengelolaan sampah di wilayahnya.

Kata dia, saat ini sebagian besar masyarakat belum mampu mengelola dan memilah sampahnya dengan baik, sehingga sampah yang sampai ke BSU terpaksa harus kembali dipilah oleh pengurusnya.

“Kalau bisa sampah itu sudah dipilah dengan baik, yang awalnya mungkin harganya cuma Rp2000 itu bisa sampai Rp4000, dan ini bisa menjadi pendapatan bagi pengurus BSU itu sendiri sehingga mereka bisa lebih semangat menjalankan bank sampahnya,” ujar Iskandar.

Dia mengaku salah satu yang menjadi kendala nasabah bank sampah dilapangan saat ini yaitu kurangnya sinergitas antara Direktur BSU dengan pemerintah setempat seperti ketua RT/RW, seksi kebersihan di kelurahan, maupun lurah itu sendiri belum berjalan dengan baik.

Seharusnya, kata Iskandar, pihak kelurahan selain memonitor kebersihan, sebaiknya juga menyempatkan waktu untuk sesekali berkunjung ke BSU yang ada diwilayahnya. Jika perlu, pihaknya ikut berperan aktif dalam memotivasi masyarakat untuk ikut serta menjadi nasabah bank sampah.

Sehingga diharapkan sampah yang terbuang ke TPA merupakan sampah yang sudan tidak bisa lagi di reduksi. Sebab, sampah yang tadinya dijemput langsung oleh mobil dan dibuang langsung ke TPA, itu bisa dipilah dan terlebih dulu masuk di BSU.

“Keluhannya yah itu mereka jalan tapi tidak ada respon dari pemerintah setempat. Jadi, walaupun mereka menginginkan penambahan nasabah tapi kalau tidak ada bantuan dari seksi kebersihan maupun RT/RW mereka juga kewalahan,” ungkapnya.

Bertolak pada pengalaman tahun lalu, kata Iskandar, anggaran pembelian sampah yang disiapkan oleh pemerintah belum bisa terserap dengan maksimal. Pasalnya, dari total anggaran Rp3,2 miliar yang disiapkan hanya Rp2,1 miliar yang berhasil digunakan untuk pembelian sampah hingga akhir tahun.

“Kalau bisa di tahun ini anggaran Rp2,5 miliar yang disiapkan itu bisa dihabiskan untuk pembelian sampah di BSU,” tutupnya.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com