Minggu, 25 Agustus 2019

Dinas Sosial Makassar Pantau Anjal dan Gepeng Via CCVT

2 bulan yang lalu | 6:19 am
Dinas Sosial Makassar Pantau Anjal dan Gepeng Via CCVT

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (10/5/2019) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, mengaku akan memberdayakan kamera perekam atau closed-circuit television (CCTV) Makassar, yang ada di War Room Pemkot Makassar dalam menindaklanjuti adanya anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng).

Kepala Dinsos Kota Makassar, Akhmad Namsum mengatakan, mengatasi maraknya anjal dan gepeng di Makassar perlu dikerjasamakan dengan lintas sektor.

Dinsos, kata dia, tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa bantuan lembaga atau SKPD lain di Pemkot Makassar.

“Kalau hanya dinsos sendiri, tentu agak berat. Tapi kami akan komunikasi dengan banyak elemen. Khususnya dengan SKPD lain di lingkungan pemkot,” kata Akhmad Namsum yang ditemui di kantornya, kemarin.

Salah satu yang bakal digandeng Dinsos Makassar dalam penanganan anjal-geoeng, adalah pemanfaatan CCTV di War Room Kota Makassar. CCTV yang terpasang di seluruh objek vital Kota Makasaar, diharapkan mampu memberikan informasi kepada dinsos terkait keberadaan gepeng dan anjal.

Tidak hanya itu, lanjut dia, pihaknya akan bekerjasama dengan diskominfo untuk pemberdayaan pengoperasian layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.

Kata Akhmad Namsum, bagi masyarakat yang ingin melaporkan keberadaan anjal-gepeng, bisa menghubungi nomor tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Bagi warga yang ingin melaporkan keberadaan gepeng dan anjal yang mengganggu, dapat melaporkan dipanggilan masuk ke NTPD 112 dan segera akan tindaki lanjuti dilapangan,” tambah dia.

Dia melanjutkan, sejak memasuki bulan Ramadhan, dinsos melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang rutin melalukan razia di lapangan. Dibantu tim terpadu yang sudah dibentuk yang terdiri dari aparat kepolisian hingga Satpol-PP.

Untuk razia yang dilakukan Kamis (9/5) ini saja, Akhmad mengaku susah menjaring 20 lebih anjal dan gepeng.

“Tadi terjaring 20 orang dan langsung di-assesement. Kemudian kami akan salurkan proses pembinaannya ke lembaga-lembaga sosial yang bekerjasama dengan kementerian sosial,” sebut dia.

Selama ini dia mengungkapkan, anjal dan gepeng yang ada bukanlah berasalah dari Kota Makassar. Tapi berada si luar wilayah Kota Makassar. Dia pun mengimbau, agar masyarakat bekerjasama dengan pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini.

“Bukannya kita tidak iba, tapi jangan diberikan pendidikan yang tidak baik. Karena kalau diberikan satu orang hari ini, kemungkinan besar besok akan bertambah. Makanya salurkan sumbangan dan bantuan ke lembaga resmi, semisal panti asuhan, masjid dan lembaga lain atau badan amil zakat sehingga pemanfaatnya mengarah ke porsi yang benar,” pungkasnya.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com