Jum'at, 24 Mei 2019

Di Akhir Masa Jabatan, Danny Janji Tuntaskan Isi Jabatan Lowong

2 minggu yang lalu | 3:16 pm
Di Akhir Masa Jabatan, Danny Janji Tuntaskan Isi Jabatan Lowong

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (23/4/2019) – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto bakal menuntaskan pengisian jabatan yang masih lowong di lingkup Pemkot Makassar. Rencana tersebut bakal dikejar Danny sebelum mengakhiri masa jabatannya pada 8 Mei mendatang.

Hal ini disampaikan Danny usai melantik dan mengambil sumpah jabatan 14 pejabat eselon II/b atau jabatan pimpinan tinggi pratama lingkup Pemkot Makassar di halaman kantor Balai Kota Makassar, Selasa, (23/04/2019). Selain itu, Danny turut melantik 21 pejabat setingkat eselon III/a.

Begitupula direksi Perusda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Makassar. Kata Danny, usai pelantikan total 36 pejabat ini sebagai tahap lanjutan untuk mengisi posisi lain yang kosong berikutnya.

“Jadi Ini adalah awal dari lokomotif pelantikan,” ucap Danny.

Pasalnya, sebagai efek domino atas pengisian jabatan kepala dinas/kepala badan dan sekretaris, otomatis jabatan lain yang ditinggalkan pejabat definitif tersebut, otomatis bakal kembali lowong. Karenanya, dia menegaskan akan menyelesaikan ini sebelum masa akhir jabatannya.

“Saya kira sebelum saya selesai, selesai semua ini barang. Kenapa kalau tidak, birokrat tidak bisa bekerja,” tambah dia. Danny mengaku tak ingin saat peralihan kepemimpinannya nanti, tidak banyak membebani penjabat (pj) wali kota Makassar yang bakal menggantikannya kelak.

“Pertanyaan pasti, kenapa tidak tunggu saja pj (wali kota)? Ini semua bahagian dari proses. Kalau ada pj, butuh waktu setahun untuk mengerti ini barang. Jadi terkatung-katung orang bekerja. Biarkan pj nanti langsung bekerja dengan cepat. Kita tidak boleh biarkan kasian pj mengurusi pekerjaan yang tidak tersisa,” sambungnya.

Ditambahkan, dirinya mengaku tak ingin upayanya dalam meriktokrasi birokrasi di lingkup Pemkot Makassar intervensi atau kepentingan pribadi. Kata Danny, pelantikan ini baru dilakukan selepas pemilihan umum (pemilu) untuk mereduksi hoaks dan menghindari fitnah dalam kepemerintahannya.

“Sebenarnya pelantikan ini bisa dilakukan pada awal bulan ini. Persoalannya pemilu di depan. Saya ingin mereduksi hoaks dan isu-isu negatif. Jangan sampai ini dipikir kabinet untuk pemilu. Maka saya tunda setelah pemilu agar mengurangi hokas dan fitnah-fitnah yang ada,” terang Danny.

Dia juga menepis kabar adanya anggapan kabinet yang dilantik menjelang akhir masa jabatannya sebagai wali kota Makassar, untuk persiapan pemilihan wali kota (pilwalkot) tahun 2020 mendatang.

“Ada yang bilang ini kabinet untuk 2020. Padahal tidak ada urusannya sama sekali ini barang. Yang ada adalah kalau kita menganggap prestasi Kota Makassar yang hari ini sudah resmi dinobatkan menjadi pemerintahan terbaik nomor satu di Indonesia,” jelasnya.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com