Kamis, 19 Oktober 2017

Cara Danny Gandakan PAD Kota Makassar

1 tahun yang lalu | 12:40 pm
Cara Danny Gandakan PAD Kota Makassar

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (10/10/2016) – Roda perekonomian berputar cepat di Makassar. Tahun 2014, angkanya sempat menyentuh 9,28%. Sementara kondisi perekonomian global yang terpuruk sepanjang tahun lalu menyeret ekonomi RI turun ke level 7,4%. Tahun ini, diperkirakan kembali di atas 8%. “Padahal, ekonomi nasional masih 5-6%. Tinggi karena kami ekspor makanan. Kami juga mendorong industri pariwisata,” kata Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Menurut dia, Makassar beruntung memiliki banyak pengusaha besar yang asli pribumi. Itu semua karena sejak awal pembangunan kota melibatkan pengusaha. Pria yang akrab disapa Danny ini menambahkan, pengusaha lokal ini juga memiliki kesadaran tinggi, misalnya dalam pembayaran pajak karena merasa ikut membangun Makassar.

“Di tahun pertama menjabat, PAD Kota Makasar baru Rp 600 miliar. Setelah dua tahun menjabat sudah Rp 1,3 triliun. Tahun depan, mudah-mudahan bisa mencapai Rp 2 triliun,” imbuhnya. Dia menjelaskan syarat berhasilnya pembangunan adalah melibatkan pengusaha dan masyarakat serta komunikasi yang lancar.

Danny mencontohkan event seperti International Eight Festival and Forum (Festival F8) adalah wujud komunikasi yang baik antara pemkot dan pengusaha. Makassar didatangi 4 juta orang setiap tahunnya. “Makasar memiliki 15 ribu kamar hotel. Tugas pemerintah mengisi dengan event. ASITA menangkap dengan 8 program untuk pariwisata,” ujarnya.

Festival F8 yang berkelas dunia baru saja digelar di Anjungan Pantai Losari Makasar pada 8-10 September 2016. Festival ini merangkum 8 item festival bertaraf internasional yaitu fashion, film, food, flora, folk, fine arts, fusion jazz serta fiction writers.

“Perwakilan dari 20 negara hadir. Selain itu, lebih dari 30 kota di Indonesia juga mengirimkan perwakilan. Selain menampilkan budaya lokal, delegasi asing menampilkan kebudayaannya,” ujar dia.

Dengan banyaknya pengusaha lokal skala besar, pemkot juga diuntungkan dengan banyaknya lapangan kerja yang tercipta. Angka pengangguran di Kota Makassar hanya 9% dari 1,8 juta penduduk, jauh di bawah angka nasional yakni 11%.

“Income per kapita pertahun mencapai US$ 6000, artinya sekitar Rp 70 juta lebih, sedangkan income perkapita secara nasional baru US$ 3500,” kata dia. (*)


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com