Minggu, 21 Juli 2019

Caleg Perempuan Bukan Pelengkap!

5 tahun yang lalu | 9:20 am

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (KPP-PA) bekerjasama dengan Kementrian Dalam Negeri menggelar kegiatan bertema ‘Peningkatan Keterwakilan Perempuan 30% di Legislatif Dalam Rangka Pencapaian Target MDGs Tahun 2015′ di hotel Clarion Makassar, Senin (30/9) untuk meningkatkan pendidikan politik dan keterwakilan perempuan di parlemen pada pemilu 2014.

Melihat hasil pemilu 2009 yang masih minim keterwakilan perempuan , Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (KPP-PA) mengatakan perempuan bukan caleg pelengkap yang sesuai undang-undang yakni kuota 30 %, karena perempuan memiliki kekuatan tersendiri dalam mendengar aspirasi.

“Perempuan calon legislative harus lebih peka atau sensitive terhadap denyut aspirasi rakyat yang paling dalam, sebab aspirasi perempuan ada yang tersembunyi dan ada yang nyata jadi hanya perempuan yang bisa mengetahui itu,” kata Linda setelah membuka acara.

Linda menambahkan, bukti empirik menunjukkan disatu pihak sebagian tokoh atau pemimpin masyarakat masih membatasi ekspresi perempuan, sementara di lain pihak struktur kekuasaan formal cenderung memproduksi kebijakan bias gender yang merugikan anak dan perempuan.

“Oleh sebab itu calon legislatif perempuan dalam melakukan kampanyenya lebih menekankan kepentingan kebutuhan perempuan dan anak yang lebih berorientasi pada kualitas hidup yang bermuara pada kualitas bangsa Indonesia,” tutupnya. (NR)


Penulis : Nirwan
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com