Kamis, 2 April 2020

Borong Rekomendasi Partai, Belum Tentu Menjamin Kemenangan ?

1 bulan yang lalu | 2:26 am
Borong Rekomendasi Partai,  Belum Tentu  Menjamin Kemenangan ?

Baca juga

WARTATIMUR.COM – Keinginan untuk  memenangkan pertarungan  pemilihan kepala daerah, tak urung membuat  calon bersaing untuk mengumpulkan rekomendasi partai sebanyak mungkin.

Mendaftarkan diri ke beberapa partai dan tetap mencoba  membangun komunikasi  politik  lintas partai meskipun syarat kursi telah terpenuhi untuk  maju, menjadi jalan untuk  membangun koalisi  gemuk dengan harapan  memperbesar  peluang  kemenangan dan menekan gesekan antar partai ketika terpilih nanti.

Hal ini nampak kembali  dilakukan oleh sejumlah calon kepala daerah yang akan berlaga di pilkada september  mendatang. Seperti yang dilakukan  oleh Suardi Saleh di Barru sebagai  calon petahana yang telah mendapatkan  rekomendasi  tunggal  dari partai Nasdem, namun tetap mengincar dukungan  dari partai  lain dengan mendaftarkan diri ke beberapa  partai  seperti  PDIP,  PKB,  PKS dan Gerindra,  meskipun  Nasdem memiliki jumlah kursi  yang cukup untuk merekomendasikan calonnya  untuk lolos  ke tahapan pendaftaran  di Komisi Pemilihan  Umum.

Selanjutnya hal serupa juga terjadi di Toraja Utara,  keinginan  tetap membangun koalisi meskipun telah memiliki cukup kursi  juga dilakukan  oleh Yosi Rinto Kadang Ketua DPD Nasdem sekaligus  wakil bupati  petahana yang  kembali  mencalonkan  diri untuk  menjadi kosong  satu Toraja Utara.

Selain itu ada pula wakil bupati  Victor Datuan Batara di Tana Toraja yang  kini juga tengah menanti  rekomendasi dukungan dari Golkar, PDIP, Demorkat, Gerindra, PKPI dan Perindo untuk  pilkada Sulsel 2020, diketahui  bahwa Victor  kembali  dipasangkan dengan Nicodemus B oleh Nasdem untuk  maju di periode keduanya  memimpin  Tana Toraja.

Indonesia Development Engineering Consultant (ide-C) menilai bahwa strategi  borong  partai dengan harapan  memperbesar  peluang  kemenangan  dan menjaga  stabilitas pemerintahan dengan atau membangun koalisi gemuk  belum tentu dapat menjadi  strategi  yang tepat untuk dilakukan oleh calon kepala daerah  meskipun  itu petahana.

Belajar  dari pengalaman pilwalkot  Makassar  yang berhasil memenangkan  kotak kosong,  IDEC melihat  bahwa tidak menutup kemungkinan  narasi semacam itu  akan kembali  dimunculkan ketika adanya  upaya dari pihak petahana untuk meminimalisir jumlah cakada yang akan ikut bertarung di september  mendatang.

Selain  itu pengalaman  aksi borong rekomendasi  partai yang berujung pada kekalahan, juga dapat  dilihat  di pilkada Takalar pada 2017 lalu yang memperhadapkan petahana Burhanuddin Baharudin berpasangan  dengan Natsir Ibrahim melawan  Syamsari Kitta yang berpasangan  dengan Achmad dg.  Se’re. Diketahui bahwa pada saat itu pasangan Burhanuddin didukung oleh 8 partai untuk mendapatkan kemenangan  di Takalar,  sedangkan rivalnya Syamsari Kitta hanya diusung oleh 3 partai yakni PKB,  PKS dan Nasdem. Namun meskipun  demikian berdasarkan  rekapitulasi suara yang  dikeluarkan  oleh KPU  pasangan Syamsari Kitta berhasil unggul dari pasangan petahana dan memenangkan pilkada Takalar

Melihat  fakta tersebut  IDEC juga menambah  bahwasanya untuk  menggaet suara masyarakat, petahana seharusnya  tidak perlu menghabiskan waktu  untuk  mengejar  rekomendasi  parpol sebanyak mungkin, karena sejatinya petahana telah  memiliki  modal popularitas dan telah teruji secara langsung melalui program  yang ditawarkan selama masa kepemimpinan. Adapun yang  harus  dilakukan  adalah  berfokus membangun  narasi kampanye  keberhasilan melaui program – program  yang telah ditawarkan  di  masa kepemimpinan  sebelumnya.

Selanjutnya  terkait  penantang  meskipun  kalah telak secara pengalaman bukan berarti  tidak memiliki  peluang sama sekali  untuk  memenangkan  pertarungan. Adapun yang harus  dilakukan  oleh para penantang adalah membuktikan bahwa mereka juga memiliki program riil yang lebih baik . Para penantang harus memiliki kemampuan  untuk membangun kepercayaan publik bahwa mereka mampu menjawab kepuasan publik melalui  sejumlah program  yang sifatnya  segar dan lebih  dibutuhkan  oleh kalayak yang mungkin selama ini belum  terjamah oleh petahana.


Penulis : ona mariani
Editor : ABR
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com