Minggu, 15 Desember 2019

Bapenda Minta Pengusaha Wajib Laporkan Penggunaan Air Bawah Tanah

2 bulan yang lalu | 11:54 am
Bapenda Minta Pengusaha Wajib Laporkan Penggunaan Air Bawah Tanah

Baca Juga

MAKASSAR, WARTATIMUR.COM (20/8/2019) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, meminta kepada seluruh pengusaha untuk melaporkan penggunaan air bawah tanah. Sebab, air bawah tanah yang dikomersialisasikan wajib dipungut pajak.

“Selama itu dikomersialkan wajib kita pungut pajaknya,” tegas Kasubid Penetapan Bidang Pajak Dearah II Bapenda Kota Makassar, Bahar Patappe.

Hal itu disampaikan saat kegiatan sosialisasi kepatuhan wajib pajak air bawah tanah yang digelar di Hotel Singgasana, Selasa (20/8/2019). Tujuannya, agar seluruh wajib pajak bisa tepat waktu dan tepat nilai dalam membayar pajak.

Selain itu, wajib pajak juga diharapkan melaporkan seluruh titik penggunaan air bawah tanah. Jangan sampai, kata dia, dari tiga titik yang digunakan hanya satu atau dua titik yang dilaporkan sehingga menyebabkan terjadinya kebocoran pajak.

“Ini yang kita wanti-wanti, jangan sampai dia menggunakan tiga titik tapi yang dilaporkan cuma satu titik. Tapi kami juga akan survei ke lapangan dan ditinindaklanjuti,” ujarnya.

Dikatakan Bahar, air bawah tanah tidak serta merta langsung digunakan oleh pengusaha melainkan harus mengantongi izin analisis dampak lingkungan (amdalalin). Jika tidak, maka berdampak pada kerusakan lingkungan jika digunakan secara berlebihan.

“Penggunaan air bawah tanah bisa kita filter sehingga kota kita bisa aman dari pengaruh longsor karena itukan gegara penggunaan air yang berlebihan. DLH sudah masuk ke dampak lingkungannya, jadi izinnya nanti tinggal kita sinkronkan,” tutupnya.

Diketahui, Bapenda Kota Makassar menggelar sosialisasi kepatuhan wajib pajak di Hotel Singgasana, Selasa (20/8). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh wajib pajak air bawah tanah se-Kota Makassar.


Penulis : Nafli Mas'ud
Editor : Nafli Mas'ud
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com