Sabtu, 20 Oktober 2018

Bantaeng Kelebihan Daya Listrik

4 tahun yang lalu | 3:40 pm
Bantaeng Kelebihan Daya Listrik

Baca Juga

BANTAENG, WARTATIMUR.COM – Kendala listrik yang sering mengancam industri mendapat perhatian pemerintah. Karena itu Pemerintah menjamin ketersediaan bahan baku terhadap pembangunan pembangkit di Indonesia.

Wakil dari Kementerian ESDM RI, Syamsul menjawab peserta Smelter Summit 2014 di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Kamis (27/3) mengatakan, kendala ketersediaan tenaga listrik bisa diatasi melalui pembangunan pembangkit.

Pembangunan pembangkit tersebut bisa saja dilakukan pihak swasta, sedang untuk bahan bakunya, terutama yang menggunakan batu bara, Pemerintah menjamin ketersediaannya, ujarnya.

Khusus di Sulsel, PLN masih memiliki cadangan kelebihan daya lebih dari 300 MW. Karena itu, pembangunan smelter di Bantaeng menjadi sangat layak.

Selain ketersediaan daya listrik, Bantaeng juga mendapat pendampingan teknologi dari BPPT, termasuk untuk pemanfaatan teknologi yang digunakan industry smelter di daerah ini.

Deputy Pengembangan Pengkajian Teknologi BPPT Dr Ir Marzan Iskandar ketika membuka pertemuan sehari tersebut mengatakan, kerjasama dengan Pemda Kabupaten Bantaeng dilakukan dalam berbagai bidang.

Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu, BPPT juga telah menyiapkan system pemilihan berbasis teknologi. BPPT juga membangun industry pupuk lepas lambat serta kerjasama bidang perikanan dan peningkatan produksi talas, ujarnya.

Ia berharap, kehadiran industry di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) semakin meningkatkan daya saing daerah yang berhasilguna. Petinggi BPPT itu kemudian memuji kinerja Bupati HM Nurdin Abdullah yang berhasil mengubah daerahnya dari daerah miskin menjadi daerah berpendapatan tertinggi di Indonesia.

Itu karena Nurdin Abdullah memiliki 3 pilar yakni sebagai pengusaha, ilmuan dan bupati. β€˜β€™Dia memiliki ketiganya sehingga memiliki visi jauh ke depan untuk menentukan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya,’’ terang Marzan Iskandar.

Ia juga mengingatkan, pembangunan kawasan industri berimplikasi terhadap pertumbuhan kota. Karena itu, sejak awal sudah harus dibuat tata ruang dan sonasinya, termasuk memperhitungkan dampak lingkungan secara kawasan, tambahnya.

Deputy Pengembangan Pengkajian Teknologi BPPT itu juga mengatakan, sejak awal jug perlu disiapkan infrastruktur dan ketersediaan energy, termasuk pembangunan jalan, pelabuhan dan infrastruktur lainnya.

Tentang kemudahan dari Pemerintah Pusat, petinggi BKPM Pratito mengatakan, pemerintah selalu menyiapkan kebijakan bebas pajak 5 hingga 10 tahun, namun ini tergantung besaran investasi.

Hingga kini, terang Pratito, BKPM telah mengeluarkan izin di bidang pertambangan kepada 28 perusahaan dengan investasi aturan triliun. (NR)


Penulis : Asri Abdullah
Editor : Asri Abdullah
Copyright © 2013 Warta Timur, All Rights Reserved. Jalan Politeknik, Makassar .
Design by Wartatimur.com